Harus tahu! 5 Alasan Mesin Mobil Ngelitik dan Solusinya

Apakah anda pernah mengalami mesin mobil ngelitik di tengah perjalanan? Stay tune disini ya, saya akan jabarkan penyebab dan solusinya. Mesin ngelitik atau istilah gaulnya knocking adalah suatu kondisi dimana mesin mobil mengalami pembakaran yang tidak normal, sehingga menghasilkan tekanan yang tidak tepat di saat yang seharusnya. Biasanya hal ini terjadi pada mobil bensin yang memiliki umur pakai yang cukup lama. Namun, masalah knocking dapat terjadi pada rentang rpm 1.800-2.200 dan akan terdengar jelas saat anda menekan pedal gas. Tentu saja, kondisi ini harus segera diatasi atau akan menimbulkan masalah yang lebih parah.

Penyebab Mesin Mobil Ngelitik

  1. Oktan yang dipakai terlalu rendah

Terkadang pengguna mobil kurang sadar bahwa penggunaan oktan yang terlalu rendah selain membuat mesin mobil ngelitik juga dapat membuat mesin lebih cepat panas dan pada kasus ekstrim piston bisa rusak dan berlubang. Biasanya pada mesin modern efek ngelitik ini bisa diakali dengan memajukan waktu pengapian, namun cara ini mengakibatkan tenaga tidak keluar maksimal sehingga bahan bakar menjadi lebih boros.

Solusinya gunakan oktan tinggi di atas oktan 91 terutama untuk mobil dengan produksi 5 tahun terakhir. Hal ini dikarenakan mesin dengan produksi 5 tahun terakhir di desain untuk menghasilkan performa maksimal namun tetap hemat bahan bakar. Sehingga butuh bahan bakar dan pelumas yang sesuai.

  1. Saringan Bahan Bakar Kotor

Memang hal ini terlihat sepele namun bisa jadi akibat saringan bahan bakar atau pompa bensin kotor bisa mengakibatkan mesin mobil ngelitik. Kondisi saringan yang kotor dapat membuat bahan bakar yang masuk ke mesin menjadi tidak bersih sempurna sehingga untuk pemakaian dalam jangka yang cukup lama bisa mengganggu kenyamanan anda saat berkendara.

Solusinya, segera ganti saringan bahan bakar dengan yang baru agar kondisi bahan bakar selalu terjaga dan bersih dari zat-zat lain yang dapat mengganggu pembakaran. Selain itu, anda juga perlu mengetahui bagaimana cara merawat tangki bahan bakar mobil anda. Beberapa diantaranya adalah melakukan pengurasan tangki bahan bakar secara berkala terutama bagi mobil yang sudah cukup tua. Hal ini dikarenakan di dalam tangki bahan bakar sudah ada pengendapan kotoran baik dari bahan bakar itu sendiri ataupun debu yang masuk.

Proses kuras tangki biasanya memakan waktu sekitar 2-2,5 jam. Metode kuras dan biayanya tergantung pada jenis mobil. Untuk mobil kelas LCGC seperti sedan dan low mpv biayanya dibanderol dengan harga Rp. 250.000,- sampai Rp. 500.000,-. Sedangkan untuk mobil kelas mewah dibanderol dengan harga rata-rata Rp. 1.000.000,- sanpai Rp. 2.500.000,-.

Hal kedua yang bisa anda lakukan untuk merawat tangki bahan bakar adalah menggunakan bahan bakar bervariasi namun tetap dengan bahan bakar beroktan diatas 91. Kemudian yang ketiga, pastikan mesin mobil dipanaskan atau dihidupkan jika mobil tidak digunakan dalam jangka waktu yang lama dan cara terakhir lakukan servis secara berkala ke bengkel resmi pabrikan.

  1. Busi fail atau mati

Busi merupakan komponen penting yang berfungsi untuk membakar bahan bakar yang sudah dikompresi oleh piston. Seperti komponen mobil yang lain, busi juga memiliki batas usia pemakaian. Biasanya pada pemakaian normal busi memiliki usia sampai 20.000 kilometer. Gejala yang bisa anda rasakan jika salah satu busi mati atau fail adalah mesin yang terasa pincang atau putaran mesin yang berputar terasa tidak seimbang selain itu, mesin mobil ngelitik atau getaran pada mesin lebih kasar daripada biasanya.

Solusinya, segera ganti busi jika anda sudah merasakan gejala ini dan direkomendasikan untuk mengganti kedua busi, meskipun yang mati atau fail hanya satu saja. Hal ini agar tenaga menjadi pulih kembali.

  1. Filter Udara Kotor

Filter udara yang kotor dan tidak sering dibersihkan juga bisa menjadi biang keladi mesin mobil ngelitik. Filter udara yang kotor membuat suplai udara jadi terhambat sehingga kotoran atau debu yang masuk ke ruang bakar menghambat proses pembakaran. Hal ini tentunya akan membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros. Sehingga pengemudi seringkali menginjak pedal gas lebih dalam untuk menambah kecepatan.

Solusinya, cek sendiri kondisi filter udara saat sedang tidak ada pekerjaan. Kemudian jika dirasa filter udara sudah cukup kotor anda bisa melakukan 2 cara.
Cara pertama adalah dengan mencucinya. Ambil filter udara anda, kemudian siapkan larutan air yang dicampur dengan sabun atau sampo mobil dengan total rasio air harus lebih banyak daripada rasio sampo. Sebelum anda memasukkan filter udara ke dalam larutan ada baiknya anda merontokkan debu halus dengan cara mencucinya atau merendam di air bersih kemudian dikibaskan.

Jika debu halus sudah terlepas saatnya anda memasukkan filter ke dalam larutan lalu tunggu selama kurang lebih 2 menit, angkat filter gosok dengan sikat gigi berbulu lembut dan jangan pakai sikat kawat ya. Setelah kotoran lepas bilas dengan air mengalir atau air di ember.Lakukan cara ini sampai dirasa filter bersih. Kemudian bilas sekali lagi dengan air mengalir. Setelah itu filter perlu dianginkan atau jika anda punya kompresor di rumah, anda bisa memakainya. Ingat ya, filter tidak boleh dijemur di bawah terik matahari.

Cara kedua adalah dengan menggantinya. Biasanya rekomendasi yang diberikan untuk mengganti filter udara setiap 20.000 km jika sering digunakan pada jalanan berdebu seperti sering melewati area proyek, ganti filter udara setiap 40.000 km jika mobil berada di daerah perkotaan dang anti filter udara setiap 30.000 km pada mobil bertenaga solar atau diesel.

Sensor MAP (Manifold Absolute Pressure) Rusak

Biasanya sensor ini terdapat pada mobil-mobil dengan sistem injeksi elektronik atau disebut juga Electronic Fuel Injector (EFI). Sistem injeksi ini menggunakan sensor yang berguna sebagai sinyal input ECU (Electronic Control Unit) yaitu pusat otak yang mengatur semua jalannya sistem yang ada di mobil-mobil canggih. Salah satu sensor yang ada pada kendaraan canggih ini adalah sensor MAP.

Sensor MAP ini berfungsi untuk mengukur jumlah udara yang masuk berdasarkan dengan tekanan di intake manifold. ECU akan menggunakan informasi dari sensor MAP untuk mengatur jumlah bahan bakar yang akan diinjeksi sehingga performa mesin tetap optimal dan konsumsi BBM menjadi efisien. Jika, sensor MAP ini sampai rusak biasanya gejala yang ditimbulkan adalah saat di gas akselerasi mobil menjadi lambat sehingga emisi gas buang menjadi lebih banyak. Kemudian mesin mobil ngelitik sampai lampu cek engine di dashboard mobil menyala.

Baca Juga : Penyebab Mobil Jalan Terasa Goyang

Memang sensor MAP tidak menimbulkan masalah yang cukup serius. Namun, pembakaran bahan bakar akan menjadi kurang efisien karena mesin anda mendapatkan terlalu banyak bahan bakar atau udara sehingga  BBM menjadi lebih boros daripada biasanya.

Solusinya, anda perlu membawa mobil anda ke bengkel resmi terdekat dan nyatakan masalah anda. Harganya sensor MAP sendiri di E-Commerce bervariasi mulai dari Rp. 350.000,- sampai Rp. 400.000,-.

Itulah tadi, beberapa penyebab mesin mobil ngelitik dan solusinya. Semoga artikel ini dapat menjadi tambahan informasi bagi sobat otomotif semuanya. Jadi, jangan sepelekan mesin mobil ngelitik lagi ya dan jangan sampai masalah ini jadi runyam karena Anda menunda waktu  untuk memperbaiki mesin mobil yang ngelitik. Salam.

Hubungi Bengkel Dokter Mobil Sekarang!

Halo Domo Lovers 👋, reservasi ke bengkel Kami sekarang juga dan dapatkan promo menarik dari kami, cs kami akan membalas secepat mungkin


Klaim Promo Sekarang!

Penulis Sejak Sept 2021