5 Kelemahan Mobil Matic Bekas yang Wajib diketahui, Waspadalah!

Mobil matic bekas dapat menjadi alternatif yang menarik bagi mereka yang ingin membeli mobil dengan harga yang lebih terjangkau. Namun, seperti halnya mobil bekas pada umumnya, mobil matic bekas juga memiliki beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan. Kelemahan mobil matic bekas tersebut, seperti masalah transmisi, kualitas bahan bakar, dan lainnya wajib untuk anda ketahui.

Hal ini karena, ketika permasalah tersebut harus untuk anda waspadai. Karena bisa saja kelemahan mobil matic bekas yang tidak dapat anda deteksi tersebut malah akan membuat masalah baru di masa yang akan datang. Dan bukan tidak mungkin anda bisa mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk melakukan perbaikan atas kelemahan mobil bekas tersebut.

5 Kelemahan Mobil Matic Bekas yang Wajib diketahui

Mobil matic bekas memiliki beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk membeli mobil tersebut. Berikut adalah 5 kelemahan mobil matic bekas yang wajib diketahui:

1. Masalah Transmisi: Mobil matic bekas cenderung lebih rentan terhadap masalah transmisi, seperti slip atau delay. Hal ini disebabkan oleh faktor usia, penggunaan mobil sebelumnya, atau kurangnya perawatan dan perbaikan.

2. Konsumsi Bahan Bakar: Mobil matic bekas cenderung lebih boros bahan bakar dibandingkan mobil manual, terutama jika mesin mobil sudah mengalami penurunan performa. Hal ini dapat mempengaruhi biaya operasional mobil Anda.

3. Kelistrikan: Masalah kelistrikan pada mobil matic bekas sering terjadi, seperti masalah pada aki, alternator, atau kabel-kabel listrik. Hal ini dapat mempengaruhi performa mobil Anda dan memerlukan biaya perbaikan yang cukup tinggi.

4. Suku Cadang Mahal: Suku cadang mobil matic bekas umumnya lebih mahal dibandingkan mobil manual, terutama untuk suku cadang transmisi. Hal ini dapat mempengaruhi biaya perbaikan dan perawatan mobil Anda.

5. Perbaikan dan Perawatan yang Mahal: Biaya perbaikan dan perawatan mobil matic bekas umumnya lebih tinggi dibandingkan mobil manual, terutama untuk perbaikan transmisi. Hal ini dapat menjadi beban yang cukup besar bagi pemilik mobil.

Kesimpulannya, meskipun mobil matic bekas memiliki kelebihan, seperti kemudahan mengemudi dan kenyamanan dalam berkendara, namun beberapa kelemahan mobil matic bekas yang perlu diperhatikan. Jadi sebelum membeli mobil matic bekas, sebaiknya lakukan pemeriksaan menyeluruh dan perhitungan biaya operasional dan perawatan untuk memastikan mobil dalam kondisi yang baik dan sesuai dengan anggaran Anda.

Umur mobil matic bisa bervariasi tergantung pada berbagai faktor seperti merek, model, kualitas perawatan, dan penggunaan mobil. Namun, secara umum, umur mobil matic dapat bertahan hingga 10-15 tahun atau 250.000-300.000 km, tergantung pada kondisi dan perawatan mobil.

Mobil matic yang mendapat perawatan yang baik dan teratur akan cenderung lebih tahan lama. Kelemahan mobil matic bekas harus mendapatkan perawatan yang baik meliputi penggantian oli secara teratur, perawatan transmisi, penggantian suku cadang yang rusak, dan pembersihan sistem pendingin mesin.

Selain itu, cara mengemudi juga dapat mempengaruhi umur mobil matic. Mengemudi dengan cara yang halus dan tidak terburu-buru dapat memperpanjang umur mobil matic.

Namun, faktor usia juga dapat memengaruhi umur dan kelemahan mobil matic bekas. Meskipun mobil matic telah dirawat dengan baik, namun mobil yang telah digunakan selama bertahun-tahun akan mengalami penurunan performa dan kerusakan akibat penggunaan, suhu, dan kondisi jalan yang berbeda.

BACA JUGA: 5 Mitos Mobil Bekas Tabrakan yang Ditakuti

Umur mobil matic dapat bervariasi tergantung pada berbagai faktor seperti merek, model, kualitas perawatan, dan penggunaan mobil. Sebaiknya lakukan perawatan mobil secara teratur dan periksa mobil secara berkala untuk memastikan mobil dalam kondisi yang baik dan dapat dipercaya.

Jika mobil matic Anda telah digunakan selama bertahun-tahun, sebaiknya lakukan pemeriksaan menyeluruh dan perhitungan biaya perawatan dan perbaikan untuk memastikan mobil dapat berfungsi dengan baik dan nyaman dalam pemakaian.

FAQ Kelemahan Mobil Matic Bekas

1. Mobil matic bekas jenis apa yang paling rentan mengalami masalah transmisi?

Susah juga sih nyebutin jenis spesifik yang paling rentan, karena semua mobil matic punya potensi masalah transmisi, apalagi kalo perawatannya kurang oke. Tapi, biasanya mobil matic bekas yang udah berumur di atas 10 tahun atau yang jarak tempuhnya udah tinggi (di atas 100.000 km) lebih rawan kena masalah transmisi. Selain itu, mobil matic dengan sistem transmisi yang kompleks, kayak CVT (Continuously Variable Transmission), kadang dianggap lebih rentan rusak dibanding matic konvensional.

2. Apa saja tanda-tanda awal mobil matic bekas mengalami masalah transmisi?

Kedua, apa tanda-tanda awal mobil matic bekas bermasalah? Nah, kamu harus peka nih sama “sinyal-sinyal” dari mobil kamu. Beberapa tanda awal masalah transmisi di mobil matic bekas antara lain:

  • Muncul suara berisik atau getaran saat perpindahan gigi. Kalo kamu ngerasa ada suara “nggerung” atau getaran yang nggak biasa pas mobil pindah gigi, itu bisa jadi pertanda ada yang nggak beres di sistem transmisi.
  • Mobil terasa tersendat-sendat atau ndut-ndutan saat akselerasi. Kalo mobil kamu nggak mau jalan mulus pas digas, malah kayak “keselek”, itu juga bisa jadi indikasi masalah transmisi.
  • Gigi susah pindah atau malah loncat-loncat sendiri. Ini sih udah tanda yang cukup jelas kalo transmisi kamu bermasalah. Kalo gigi susah pindah atau loncat-loncat, segera bawa ke bengkel ya!
  • Muncul indikator check engine di dashboard. Meskipun indikator ini bisa nyala karena berbagai macam penyebab, tapi masalah transmisi juga bisa jadi salah satunya.

3. Bagaimana cara mengecek riwayat perawatan transmisi mobil matic bekas sebelum membeli?

Ini penting banget sebelum kamu beli mobil matic bekas. Sayangnya, nggak semua penjual punya catatan lengkap soal perawatan mobil. Tapi, kamu bisa coba tanya-tanya ke penjual soal riwayat penggantian oli transmisi, apakah pernah ada perbaikan di bagian transmisi, dan lain-lain. Kalo ada bukti servis atau kwitansi perbaikan, itu lebih bagus lagi. Selain itu, kamu juga bisa ajak montir yang kamu percaya buat cek kondisi mobil sebelum membeli.

4. Apakah ada tips khusus untuk merawat mobil matic bekas agar transmisinya lebih awet?

Ada dong! Ini dia beberapa tipsnya:

  • Ganti oli transmisi secara teratur. Oli transmisi itu penting banget buat melumasi dan mendinginkan komponen transmisi. Ganti oli transmisi sesuai jadwal yang ditentukan di buku manual mobil kamu, atau minimal setiap 20.000 km sekali.
  • Hindari memaksa transmisi bekerja keras. Jangan sering-sering akselerasi atau pengereman mendadak, dan hindari membawa beban berlebihan.
  • Perhatikan kondisi jalan. Kalo sering lewat jalan rusak atau macet parah, transmisi mobil kamu akan bekerja lebih keras.
  • Panaskan mobil sebelum berkendara. Ini berlaku buat semua jenis mobil sih, termasuk matic. Panaskan mobil sebentar biar oli transmisi menyebar dengan baik ke seluruh komponen.

5. Berapa kisaran biaya perbaikan transmisi mobil matic bekas jika terjadi kerusakan?

Biaya perbaikan transmisi mobil matic bekas itu variatif banget, tergantung jenis kerusakan dan bengkel yang kamu pilih. Buat kerusakan ringan, kayak ganti seal atau sensor, mungkin biayanya sekitar Rp 1 juta sampai Rp 5 juta.

Tapi, kalo kerusakannya berat, misalnya harus turun mesin atau ganti komponen besar, biayanya bisa mencapai puluhan juta rupiah! Makanya, penting banget buat jagain kondisi transmisi mobil kamu biar nggak sampai rusak parah.

Hubungi Bengkel Dokter Mobil Sekarang!

Halo Domo Lovers 👋, reservasi ke bengkel Kami sekarang juga dan dapatkan promo menarik dari kami, cs kami akan membalas secepat mungkin


Klaim Promo Sekarang!

Penulis Sejak Sept 2021