Saat musim hujan, aquaplaning atau hydroplaning jadi salah satu yang perlu kamu waspadai ketika berkendara mobil.
Pernah dengar istilah ini? Atau mungkin pernah mengalaminya sendiri?
Kenali lebih dalam seputar masalah aquaplaning pada mobil yang sering terjadi saat musim hujan melanda dengan simak selengkapya di bawah ini, yuk!
Daftar isi
Apa Itu Aquaplaning atau Hydroplaning?
Aquaplaning adalah kondisi dimana ban mobil kehilangan traksi atau daya cengkramnya di permukaan jalan karena adanya lapisan air di antara ban dan aspal.
Sederhananya, ban mobil kamu seperti “mengapung” di atas air, sehingga sulit dikendalikan.
Nah, kondisi ini juga sering disebut dengan hydroplaning.
Bayangin deh, kamu lagi asyik nyetir, tiba-tiba mobil terasa melayang dan setir susah dikendalikan.
Pasti bikin panik, kan?
Apalagi kalau sampai terjadi kecelakaan akibat aquaplaning.
Serem banget!
Makanya, penting banget nih buat kamu memahami apa itu aquaplaning, penyebabnya, bahayanya, dan tentu saja cara mengatasinya.
Penyebab Aquaplaning pada Mobil
Aquaplaning mobil bisa terjadi karena beberapa faktor, antara lain:
-
Kondisi Ban
Ban itu ibarat “sepatu” buat mobil kamu.
Kalau sepatunya udah aus atau kegedean, ya pasti bakal susah jalan, kan? Sama halnya dengan ban mobil.
Ban yang udah aus, kembangannya udah tipis, atau tekanan udaranya kurang, bakal lebih gampang ngalamin aquaplaning.
Kenapa?
Karena kembangan ban itu fungsinya buat memecah air di jalan.
Kalau kembangannya tipis, airnya nggak kebuang, malah ngejebak ban dan bikin mobil “berenang”.
Buat tahu kapan saat memperhatikan perawatan ban, kamu bisa cek selengkapnya di sini: Waktu Tepat Melakukan Spooring dan Balancing pada Mobil.
-
Kecepatan
Semakin kencang kamu nyetir, semakin besar juga risiko aquaplaning.
Bayangin aja, ban mobil kamu harus “melawan” genangan air dengan kecepatan tinggi.
Airnya nggak sempet kebuang oleh ban, akhirnya ban malah “terangkat” dan mobil pun melayang.
Makanya, pas hujan deras, jangan ngebut-ngebut ya!
-
Genangan Air
Ini sih udah jelas ya.
Semakin dalam genangan air di jalan, semakin tinggi pula risiko aquaplaning.
Apalagi kalau jalannya berlubang dan kamu nggak tau ada genangan air di depan.
Bisa-bisa mobil kamu “nyemplung” dan susah dikendalikan.
Baca Juga: Penyebab Mobil Mogok Saat Hujan yang Wajib Diawasi
-
Kondisi Jalan
Jalan yang rusak, berlubang, atau nggak rata juga bisa bikin mobil kamu lebih rentan aquaplaning.
Kenapa?
Karena permukaan jalan yang nggak rata bikin air nggak bisa ngalir dengan lancar, akhirnya ngumpul jadi genangan dan meningkatkan risiko aquaplaning.
Efek Bahaya Aquaplaning di Mobil
Aquaplaning itu bukan main-main lho! Efeknya bisa fatal banget.
Berikut beberapa bahaya aquaplaning yang perlu kamu waspadai:
-
Kehilangan Kendali
Ini bahaya utama dari aquaplaning.
Pas ban mobil kehilangan traksi, kamu bakal kesulitan buat ngerem, belok, atau bahkan cuma buat ngejaga mobil tetap di jalurnya.
Rasanya kayak mobil punya pikiran sendiri dan nggak mau nurutin perintah kamu.
-
Tergelincir
Mobil bisa tergelincir ke mana aja dan kamu nggak bisa prediksi arahnya.
Bisa aja mobil kamu “nyasar” ke jalur sebelah dan nabrak kendaraan lain.
Atau malah sampai keluar jalan dan masuk ke selokan.
Serem banget, kan?
-
Tabrakan
Di jalan yang ramai, aquaplaning bisa menyebabkan tabrakan beruntun.
Mobil kamu bisa nabrak kendaraan di depan, di belakang, atau bahkan yang datang dari arah berlawanan.
Nggak cuma mobil, kamu juga bisa nabrak motor, sepeda, pejalan kaki, atau apa aja yang ada di pinggir jalan.
Baca Juga: Kelemahan Mobil Bekas Tabrakan yang Wajib Diketahui
Tips Menghindari Aquaplaning saat Berkendara Mobil
Nah, sekarang gimana sih cara mengatasi aquaplaning? Tenang, ada beberapa tips jitu yang bisa kamu terapkan:
-
Periksa Kondisi Ban secara Rutin
Rajin-rajin cek kondisi ban mobil kamu ya! Pastikan tekanan udaranya sesuai rekomendasi dan kembangan bannya masih bagus.
Ganti ban secara berkala juga penting, jangan nunggu sampai ban benar-benar botak.
Ingat, ban itu satu-satunya bagian mobil yang bersentuhan langsung dengan jalan, jadi harus selalu dalam kondisi prima.
-
Kurangi Kecepatan saat Hujan
Ini udah pasti ya. Pas hujan turun, kurangi kecepatan mobil kamu, apalagi kalau melewati genangan air.
Semakin pelan kamu nyetir, semakin kecil risiko aquaplaning.
Nggak perlu buru-buru kok, yang penting selamat sampai tujuan.
-
Jaga Jarak Aman dengan Kendaraan Lain
Beri jarak yang cukup dengan kendaraan di depan kamu, biar kamu punya waktu buat reaksi kalau tiba-tiba mobil di depan mengalami aquaplaning.
Jaga jarak itu penting banget lho, bisa menyelamatkan kamu dari kecelakaan.
-
Hindari Genangan Air
Kalau memungkinkan, jangan melewati genangan air di jalan.
Cari jalur alternatif yang lebih aman atau tunggu sampai genangan airnya surut.
Kalau kamu terpaksa harus melewati genangan air, perhatikan baik-baik kondisi jalan dan kecepatan kendaraan lain.
-
Waspada Terhadap Tanda-tanda Aquaplaning
Rasakan kendali mobil kamu dengan seksama.
Kalau setir terasa ringan dan mobil kayak melayang atau “berenang” di atas air, kemungkinan besar kamu sedang mengalami aquaplaning.
Segera ambil tindakan sebelum kondisi semakin parah.
Mencegah aquaplaning itu sangat penting untuk keamanan berkendara, terutama saat musim hujan.
Dengan memahami penyebabnya dan menerapkan tips-tips di atas, kamu bisa meminimalisir risiko aquaplaning dan berkendara dengan lebih aman dan nyaman, bahkan saat hujan deras sekalipun.
Biar lebih aman saat berkendara, jangan lupa cek dan rutin servis mobil kesayanganmu di Dokter Mobil.
Banyak jenis servisnya dan promo menariknya, service mobil di Dokter Mobil memang jadi opsi terpercaya karena sudah resmi bersertifikasi ISO 9001:2015 juga.
Tertarik buat coba?
Kamu bisa langsung klik tombol reservasi di bawah ini!
Hubungi Bengkel Dokter Mobil Sekarang!
Halo Domo Lovers 👋, reservasi ke bengkel Kami sekarang juga dan dapatkan promo menarik dari kami, cs kami akan membalas secepat mungkin