Gejala dan Cara Mengatasi Catalytic Converter Bermasalah

Catalytic converter bermasalah adalah salah satu permasalahan mobil yang harus sesegera mungkin untuk diperbaiki. Catalytic converter merupakan komponen yang biasanya dipasang guna melengkapi sistem knalpot kendaraan roda 4.

Komponen tambahan yang satu ini mempunyai tujuan untuk menciptakan kendaraan ramah lingkungan. Pada dasarnya catalytic converter mempunyai fungsi untuk menyaring gas buang hasil pembakaran dan merubahnya menjadi emisi yang lebih ramah dengan memanfaatkan dari komponen filter.

Penggunaan catalytic converter paling tidak dipergunakan selama 10 tahun lamanya. Dengan fungsinya yang sangat ekstrem ini mengharuskan catalytic converter selalu terpapar kotoran, maka bukan menjadi tidak mungkin di saat komponen tersebut mengalami kerusakan.

Catalytic converter menjadi salah satu komponen yang sangat sensitif pada beberapa kotoran. Penumpukan kotoran yang terjadi pada komponen tersebut secara otomatis bisa menghambat atau tersumbat.

Pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai gejala catalytic converter bermasalah. Sedangkan untuk Anda yang mempunyai roda 4 atau mobil, bisa langsung saja simak penjelasan lebih lengkapnya di bawah ini.

Gejala Catalytic Converter Bermasalah

gejala catalytic converter bermasalah

Seperti yang sudah disebutkan diatas, bahwa untuk komponen catalytic converter ini menjadi satu hal harus benar-benar diperhatikan. Bahkan, disaat komponen tersebut didiamkan terlalu lama bisa menimbulkan dampak buruk di kemudian hari. Untuk beberapa gejala dari catalytic converter bermasalah yang harus Anda ketahui adalah:

  • Mobil tidak bisa melaju kencang, meski pedal gas sudah diinjak sampai dengan penuh. Sehingga, dengan hal tersebut bisa membuat konsumsi bahan bakar minyak menjadi lebih boros.
  • Kerusakan pada catalytic converter bisa ditandai dengan munculnya bau belerang atau menyerupai telur busuk. Bahkan, untuk asap yang dikeluarkan dari knalpot kendaraan tersebut mempunyai warna yang lebih pekat daripada biasanya.
  • Untuk kendaraan yang mempunyai panas berlebih bisa dijadikan sebagai catalytic converter bermasalah. Permasalahan tersebut biasanya disebabkan oleh kebocoran pada katup dan membuat catalytic converter mempunyai kelebihan gas yang tidak bisa terbakar secara sempurna.

Beberapa gejala dari catalytic converter bermasalah bisa saja disebabkan oleh beberapa komponen pembuangan emosi. Sehingga, untuk Anda yang mempunyai kendaraan roda 4 atau mobil bisa selalu melakukan perawatan secara berkala dengan menggunakan teknisi handal dalam bidangnya.

Baca Juga: Tanda Peringatan Katalitik Konverter

Cara Mengatasi Catalytic Converter Bermasalah

Pada saat catalytic converter sudah bermasalah, bagi para pemilik kendaraan roda 4 harus segera mungkin untuk melakukan perbaikan. Untuk tiga cara mengatasi permasalahan catalytic converter bermasalah adalah:

  • Mencopot Catalytic Converter yang Lama

Cara pertama yang bisa digunakan untuk mengatasi permasalahan catalytic converter bermasalah adalah melakukan pencopotan pada komponen lama terlebih dahulu. Untuk beberapa langkah yang harus dilakukan pada cara kali ini adalah:

    • Parkir mobil pada tempat yang posisinya datar dan dongkrak dari keempat roda mobil tersebut pada jackstand. Untuk proses pencopotan catalytic converter ini tidak seperti mengganti ban yang bisa dilakukan tanpa mengangkat keseluruhan mobil.
    • Biarkan knalpot mobil sampai dengan mendingin. Untuk memeriksa suhu sistem pembuangan, Anda bisa menggunakan sarung tangan industri terlebih dahulu.
    • Mencari posisi catalytic converter terlebih dahulu. Mau tidak mau Anda harus masuk ke bagian bawa mobil dan mencari lokasi pipa knalpot terlebih dahulu. Untuk menemukan komponen tersebut, tentunya tidak sulit ditemukan.
    • Lepaskan sensor oksigen dari komponen catalytic converter. Pada catalytic converter model modern sudah dilengkapi dengan sensor oksigen guna melakukan monitor efisiensi pembuangan gas mobil. Ketika catalytic converter sudah mempunyai sensor oksigen, Anda bisa melepas terlebih dahulu.
    • Apabila, komponen tersebut posisi baut bisa disemprotkan minyak penetralan terlebih dahulu. Pada komponen catalytic converter yang posisinya dibaut, kemungkinan besar mengalami karatan dan susah dilepaskan. Maka dari itu, langkah yang bisa dilakukan adalah menyemprotkan minyak penetralan dan diamkan beberapa menit supaya cairan tersebut bisa dilepaskan.
    • Melepaskan baut pada bagian depan dan belakang. Pada saat proses pelepasan komponen catalytic converter harus menggunakan kunci yang pas dan sesuai.
    • Ketika catalytic converter yang mempunyai posisi sudah dilas, lebih baik langsung dipotong saja. Untuk proses pemotongan besi menggunakan gergaji besi yang mempunyai tingkat ketajaman sangat tinggi.
  • Memasang dan Menguji Catalytic Converter yang Baru

Cara mengatasi catalytic converter bermasalah yang paling akhir adalah memasang dan menguji catalytic converter baru. Beberapa cara yang harus dilakukan dalam memasang catalytic converter baru saat atasi catalytic converter bermasalah adalah:

    • Memasukkan gasket pada bagian catalytic converter yang baru. Pada beberapa jenis konverter yang kondisinya baru harus dipasang baut, untuk memastikan pemasangan bisa benar-benar rapat.
    • Pasang sensor oksigen pada tempatnya kembali. Ketika proses pemasangan komponen tersebut harus benar-benar tepat. Di saat kesalahan dalam pemasangan sensor oksigen bisa menyebabkan lampu check engine menyala.
    • Memeriksa kebocoran pada knalpot. Pastikan jangan sampai terdapat kebocoran pada bagian komponen knalpot mobil tersebut. Supaya lebih pasti lagi, Anda bisa mendengarkan suara dari knalpot.
    • Melakukan pengetesan dengan menggunakan palu plastik. Untuk catalytic converter yang sudah berumur, pastinya sudah mulai keropos atau mudah rapuh.

Melakukan perbaikan pada catalytic converter bermasalah tidak bisa dilakukan secara sendirian.

Apalagi, untuk Anda yang belum banyak paham dengan perihal komponen tidak disarankan melakukan perbaikan sendiri. Langkah aman yang bisa diambil adalah langsung membawa ke bengkel mobil terdekat.

FAQ Seputar Catalytic Converter Bermasalah

1. Bagaimana cara membersihkan catalytic converter yang tersumbat tanpa harus membongkarnya?

Membersihkan catalytic converter yang tersumbat tanpa membongkarnya memang mungkin dilakukan, lho! Ada beberapa cara yang bisa kamu coba:

  • Gunakan cairan pembersih catalytic converter. Cairan ini biasanya dituangkan ke dalam tangki bahan bakar dan akan bekerja membersihkan catalytic converter saat mesin mobil dinyalakan.
  • Beberapa merek cairan pembersih catalytic converter yang cukup populer antara lain Liqui Moly Catalytic Converter Cleaner, STP Catalytic Converter Cleaner, dan Prestone Catalytic Converter Cleaner.
  • Lakukan Italian tune-up. Metode ini dilakukan dengan menjalankan mobil pada putaran mesin tinggi (di atas 3.000 RPM) secara konsisten selama beberapa waktu. Tujuannya adalah untuk membakar kotoran yang menempel di catalytic converter. Namun, metode ini harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak mesin mobil.

2. Apakah ada aditif atau cairan khusus yang efektif untuk membersihkan catalytic converter?

Aditif atau cairan khusus untuk membersihkan catalytic converter memang banyak beredar di pasaran. Beberapa di antaranya cukup efektif dalam membersihkan kotoran dan mengurangi penyumbatan. Namun, penting untuk memilih produk yang berkualitas dan sesuai dengan jenis mobil kamu. Sebaiknya konsultasikan dengan mekanik terpercaya sebelum menggunakan aditif atau cairan pembersih catalytic converter.

3. Berapa kisaran harga catalytic converter untuk berbagai jenis mobil?

Harga catalytic converter sangat bervariasi, tergantung jenis mobil, merek, dan tipe catalytic converter itu sendiri.

  • Untuk mobil Jepang, harga catalytic converter original biasanya berkisar antara Rp 2.000.000 hingga Rp 5.000.000.
  • Untuk mobil Eropa, harganya bisa lebih mahal, mulai dari Rp 5.000.000 hingga Rp 15.000.000.

Kamu juga bisa menemukan catalytic converter aftermarket dengan harga yang lebih terjangkau, mulai dari Rp 1.000.000. Namun, pastikan kamu memilih catalytic converter aftermarket yang berkualitas baik agar tidak cepat rusak dan memenuhi standar emisi.

4. Apakah mobil masih bisa dipakai jika catalytic converter dilepas?

Melepas catalytic converter memang bisa membuat mobil tetap bisa dipakai, tapi sangat tidak disarankan. Melepas catalytic converter akan menyebabkan:

  • Emisi gas buang meningkat drastis, yang berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan.
  • Performa mesin menurun, karena sistem pembuangan tidak bekerja secara optimal.
    Suara knalpot menjadi lebih berisik.
  • Mobil tidak lolos uji emisi, sehingga kamu akan kesulitan saat melakukan perpanjangan STNK.

5. Bagaimana cara memilih bengkel yang tepat untuk memperbaiki catalytic converter bermasalah?

Memilih bengkel yang tepat untuk memperbaiki catalytic converter memang penting agar kamu mendapatkan hasil yang maksimal. Berikut beberapa tips yang bisa kamu ikuti:

  • Cari bengkel spesialis knalpot atau bengkel resmi. Bengkel spesialis knalpot biasanya memiliki mekanik yang lebih berpengalaman dalam menangani masalah catalytic converter. Bengkel resmi juga bisa menjadi pilihan karena menggunakan peralatan yang lebih lengkap dan suku cadang original.
  • Baca review bengkel di internet. Kamu bisa mencari informasi mengenai reputasi bengkel dan kepuasan pelanggan melalui review di Google, Facebook, atau forum otomotif.
  • Bandingkan harga di beberapa bengkel. Jangan terburu-buru memilih bengkel dengan harga paling murah. Pastikan kamu membandingkan harga dan kualitas layanan di beberapa bengkel terlebih dahulu.
  • Pastikan bengkel memberikan garansi perbaikan. Garansi perbaikan penting untuk menjamin kualitas layanan dan suku cadang yang digunakan.

Hubungi Bengkel Dokter Mobil Sekarang!

Halo Domo Lovers 👋, reservasi ke bengkel Kami sekarang juga dan dapatkan promo menarik dari kami, cs kami akan membalas secepat mungkin


Klaim Promo Sekarang!

Penulis Sejak Sept 2021