Posted by Mekanik Juan Uncategorized

Desinfektan Bebas Alkohol

Desinfektan Bebas Alkohol

Beberapa bulan ini dunia dibuat repot oleh covid19 atau Virus Corona. Jutaan orang berebut hand sanitizer. Penyemprotan desinfektan dilakukan secara masif untuk membendung penyebaran virus ini.

Namun sayangnya, kebanyakan desinfektan untuk desinfeksi ruangan menggunakan bahan baku alkohol. Memang desinfektan berbahan alkohol cukup ampuh dalam menghancurkan virus. Namun ada banyak kerugian penggunaan alkohol sebagai bahan baku desinfektan.

Bahaya Penggunaan Alkohol dalam Desinfektan

Setidaknya ada 5 hal merugikan yang disebabkan penggunaan alkohol sebagai desinfektan. Beberapa kerugian tersebut antara lain adalah:

Mudah Terbakar

Alkohol adalah bahan yang mudah sekali untuk terbakar. Akibatnya, ruangan ataupun anggota tubuh beresiko terbakar ketika ada api yang menyala.

Bayangkan, anda melakukan desinfeksi ruangan dengan menyemprotkan desinfektan berbahan alkohol di dapur. Apa yang akan terjadi saat anda menyalakan kompor? Yakin semuanya akan aman-aman saja?

Mudah Menguap

Alkohol merupakan bahan yang mudah sekali menguap. Artinya, setelah disemprot dengan desinfektan berbahan alkohol maka sebuah benda akan steril. Namun karena alkohol mudah menguap, maka benda tersebut akan kembali mudah menjadi tempat hingganya kuman, bakteri, virus, dan jamur.

Pada beberapa jenis desinfektan, biasanya menggunakan campuran absolute dan gliserin agar alkohol tidak mudah menguap. Namun penggunaan kedua benda tersebut cenderung menyebabkan barang-barang tersebut berminyak. Meninggalkan noda yang sulit dibersihkan.

Tidak Ramah Muslim

Memang banyak muslim dan para ulama tidak mempermasalahkan penggunaan alkohol ketika digunakan sebagai antiseptik maupun sebagai desinfektan. Namun ternyata banyak juga muslim dan ulama-ulama yang menjaga jarak dengan alkohol. Apapun bentuk dan penggunaan alkohol tersebut.

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa penyemprotan desinfektan berbahan alkohol beresiko menyebabkan alkohol terhirup dan bisa menyebabkan rasa pusing serta mabuk. Apakah kamu berpendapat bahwa alkohol yang terhirup ini halal dan aman bagi muslim?

CDC64 – Desinfektan Tanpa Alkohol

CDC64 adalah desinfektan khusus yang dikembangkan oleh 9Circle International. Dokter Mobil secara khusus menjadi distributor utama produk ini.

CDC64 merupakan desinfektan yang menggunakan bahan aktif anti virus covid19, anti bakterial, anti kuman, dan anti bau. Salah satu kelebihan CDC64 adalah 100% tanpa menggunakan alkohol ataupun turunan alkohol.

Kalau Tanpa Alkohol, Lalu Apa Bahan Aktif CDC64?

CDC64 terdiri dari berbagai bahan yang ketika digabung akan menghasilkan desinfektan yang secara menyeluruh dapat menghancurkan mikroorganisme jahat, serta membantu menghilangkan bau di sebuah ruangan.

Salah satu bahan aktif dari CDC64 adalah Ammonium Oleate.

Keunggulan Ammonium Oleate sebagai Bahan Aktif Desinfektan

Dibandingkan dengan alkohol, ammonium oleate memiliki jauh lebih banyak keunggulan, manfaat, dan fungsi saat digunakan untuk desinfeksi ruangan. Adapun beberapa keunggulan zat ini antara lain adalah:

Terbukti Ampuh
Ammonium Oleate merupakan zat yang sudah digunakan dalam kebutuhan pestisida dan sanitizing tingkat tinggi. Misalnya dalam menghancurkan virus dan hama. Selain itu, ammonium oleate juga mencegah datang kembalinya hama dan virus. Misalnya virus influenza dan covid19.

Tidak Mudah Terbakar
Beda dengan alkohol, ammonium oleate dalam CDC64 tidak mudah terbakar. Bahkan tidak mungkin menimbulkan resiko kebakaran. Hal ini bisa terjadi karena ammonium oleate sangat mudah larut dalam air. Sehingga strukturnya menjadi sama seperti air.

Bukan Alkohol
Ya, ammonium oleate bukanlah alkohol. Oleh sebab itu, bagi umat muslim penggunaannya tentu tidak akan menyebabkan rasa khawatir.

Itulah beberapa keunggulan CDC64 sebagai desinfektan yang ramah dengan umat Islam dalam menjalankan keyakinannya. Marilah kita bersama-sama berdoa semoga penyemprotan desinfektan yang kita lakukan dapat membantu menghentikan wabah Corona ini. Sehingga kita semua bisa beraktivitas normal kembali. Serta bisa beribadah berjamaah dengan tenang seperti sebelumnya.

Tags:

About Author

Write a Reply or Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *