Kamu pernah merasakan mobil terasa menghentak keras saat mobil lewat jalan berlubang? Itu tandanya shockbreaker mobil bocor, lho.

Kalau shockbreaker mobil bocor, kenyamanan dan keselamatan berkendara kamu bisa terganggu.

Oli yang ada di dalam shockbreaker berfungsi untuk meredam guncangan, dan kalau oli itu bocor, kemampuan shockbreaker untuk meredam guncangan akan berkurang drastis.

Yuk, kita bahas lebih dalam tentang masalah ini.

Ciri-ciri Shockbreaker Mobil Bocor

Bagaimana cara mengetahui kalau shockbreaker mobil bocor?

Nah, ada beberapa ciri-ciri yang bisa kamu perhatikan:

  1. Mobil Terasa Limbung dan Sulit Dikendalikan

Saat melewati jalanan bergelombang atau berbelok, mobil terasa limbung dan kurang stabil serta sulit dikendalikan.

Ini karena shockbreaker yang bocor tidak mampu lagi meredam guncangan dengan optimal, sehingga mobil cenderung “mengambang” dan sulit diprediksi.

  1. Bunyi-bunyi Aneh dari Suspensi

Bunyi berdecit, berderak, atau bahkan bunyi seperti besi beradu bisa terdengar dari area suspensi, terutama saat melewati polisi tidur atau jalanan rusak.

Ini adalah tanda bahwa komponen dalam shockbreaker sudah aus atau rusak.

  1. Guncangan Lebih Keras

Kamu akan merasakan guncangan yang jauh lebih keras dari biasanya, bahkan di jalanan yang relatif mulus.

Ini karena shockbreaker tidak bisa lagi menyerap energi benturan dengan baik.

  1. Bekas Oli di Sekitar Shockbreaker

Kalau kamu melihat ada oli yang menetes atau menggenang di sekitar shockbreaker, itu adalah tanda yang jelas bahwa shockbreaker mengalami kebocoran.

Segera periksa ke bengkel untuk memastikan tingkat kerusakannya.

Baca Juga: Kapan Ganti Oli Shockbreaker Mobil & Berapa Biayanya

  1. Ban Mobil Aus Tidak Merata

Shockbreaker yang bocor akan membuat distribusi beban pada ban tidak seimbang.

Akibatnya, ban akan aus lebih cepat di bagian tertentu, yang bisa mengurangi usia pakai ban secara keseluruhan.

Penyebab Shockbreaker Mobil Bocor

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan shockbreaker mobil bocor:

  1. Usia Pakai

Seiring berjalannya waktu dan penggunaan, seal atau karet penutup pada shockbreaker akan mengalami keausan dan menjadi getas.

Hal ini memungkinkan oli untuk merembes keluar dari shockbreaker.

Usia pakai shockbreaker bervariasi tergantung pada kualitasnya dan kondisi penggunaan, namun umumnya disarankan untuk menggantinya setiap 50.000-80.000 kilometer.

  1. Kondisi Jalanan yang Buruk

Jalanan yang berlubang, bergelombang, atau tidak rata akan memberikan tekanan yang berlebihan pada shockbreaker.

Tekanan ini dapat merusak seal dan menyebabkan kebocoran oli.

Kalau kamu sering melewati jalanan yang rusak, shockbreaker mobil kamu akan bekerja lebih keras dan berpotensi mengalami kerusakan lebih cepat.

  1. Gaya Berkendara

Kalau kamu sering melewati polisi tidur dengan kecepatan tinggi, melakukan pengereman mendadak, atau sering membawa beban berat, shockbreaker akan bekerja lebih keras dan berpotensi mengalami kerusakan lebih cepat, termasuk kebocoran.

Gaya berkendara yang agresif dapat memberikan tekanan yang berlebihan pada shockbreaker, mempercepat keausannya.

  1. Kualitas Shockbreaker

Shockbreaker yang berkualitas rendah atau tidak sesuai dengan spesifikasi mobil kamu cenderung lebih rentan mengalami kebocoran.

Pastikan untuk selalu menggunakan shockbreaker yang berkualitas dan sesuai dengan rekomendasi pabrikan.

Shockbreaker yang berkualitas memiliki material dan konstruksi yang lebih baik,

Dampak Buruk Shockbreaker Mobil Bocor

Shockbreaker mobil bocor bukanlah masalah yang bisa diabaikan.

Jika dibiarkan, dapat menimbulkan dampak negatif yang serius, antara lain:

  1. Mengurangi Kenyamanan Berkendara

Kamu akan merasakan ketidaknyamanan akibat guncangan yang lebih keras, terutama saat melintasi jalanan yang rusak atau tidak rata.

Hal ini dapat membuat perjalanan terasa melelahkan dan tidak menyenangkan, mengganggu konsentrasi dan mengurangi kenikmatan berkendara.

  1. Mengurangi Kestabilan Mobil

Mobil akan terasa limbung dan sulit dikendalikan, terutama saat berbelok, melakukan manuver cepat, atau melakukan pengereman mendadak.

Hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan, karena mobil menjadi kurang responsif terhadap input pengemudi.

  1. Berisiko Kecelakaan

Mobil yang tidak stabil akan lebih sulit dikendalikan dalam situasi darurat, sehingga risiko terjadinya kecelakaan menjadi lebih tinggi.

Misalnya, saat harus menghindari kendaraan lain atau menghadapi jalanan licin, mobil dengan shockbreaker bocor akan lebih sulit dikendalikan dan berpotensi mengalami selip atau kehilangan kendali.

  1. Merusak Komponen Suspensi Lainnya

Shockbreaker yang bocor akan memberikan beban berlebih pada komponen suspensi lainnya, seperti ball joint, tie rod, dan bushing.

Hal ini dapat mempercepat keausan komponen-komponen tersebut dan menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada sistem suspensi.

Kerusakan pada komponen suspensi lainnya dapat mempengaruhi kinerja mobil secara keseluruhan dan menimbulkan biaya perbaikan yang lebih besar.

  1. Mempercepat Keausan Ban

Distribusi beban yang tidak merata pada ban akibat shockbreaker yang bocor akan menyebabkan ban aus tidak merata dan lebih cepat rusak.

Hal ini dapat mengurangi usia pakai ban dan meningkatkan biaya perawatan mobil.

Selain itu, keausan ban yang tidak merata juga dapat mengurangi traksi dan stabilitas mobil, terutama saat kondisi jalan licin.

Cara Mengatasi Masalah Shockbreaker Mobil Bocor

Kalau shockbreaker mobil kamu mengalami kebocoran, ada dua solusi utama yang dapat kamu pertimbangkan:

  1. Mengganti Seal Shockbreaker

Jika kebocoran masih tergolong kecil dan seal masih memungkinkan untuk diganti, kamu bisa memilih untuk mengganti seal saja.

Namun, perlu diingat bahwa solusi ini biasanya hanya bersifat sementara, karena seal yang baru juga akan mengalami keausan seiring waktu dan penggunaan.

Selain itu, penggantian seal membutuhkan keahlian khusus dan tidak selalu berhasil mengatasi masalah kebocoran secara permanen.

  1. Mengganti Shockbreaker

Solusi ini adalah yang paling efektif dan direkomendasikan.

Dengan mengganti shockbreaker, kamu akan mendapatkan performa suspensi yang optimal, meningkatkan kenyamanan dan keselamatan berkendara.

Mengganti shockbreaker juga merupakan investasi jangka panjang, karena shockbreaker yang baru akan memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap guncangan dan hentakan dari jalanan, serta mengurangi risiko kerusakan pada komponen suspensi lainnya.

Baca Juga: 5 Tanda Kapan Ganti Shockbreaker Mobil yang Tepat

Kalau kamu memutuskan untuk mengganti shockbreaker, pastikan kamu memilih shockbreaker yang berkualitas baik dan sesuai dengan spesifikasi mobilmu.

Jangan tergiur dengan harga murah, karena shockbreaker yang murah biasanya memiliki kualitas yang rendah dan cenderung lebih cepat rusak.

Pilihlah shockbreaker dari merek terpercaya yang telah teruji kualitasnya, dan pastikan shockbreaker tersebut sesuai dengan jenis dan model mobil.

Jangan lupa untuk cek bagian suspensi dan kaki-kaki mobilmu di bengkel spesialis kaki-kaki mobil terpercaya, seperti di DOMO Kaki-kaki.

Sebagai unit bisnis terbaru dari Dokter Mobil, DOMO Kaki-kaki memiliki alat pengecekkan kaki-kaki mobil yang diimpor langsung dengan teknologi canggih.

Alat ini bisa simulasikan saat mobil melaju di jalan, sehingga masalah kaki-kaki mobil bisa terdeteksi dengan akurat, termasuk saat shockbreaker mobil bocor.

Biayanya pun relatif terjangkau, karena pengecekan kaki-kaki mobil saat ini masih diskon di angka puluhan ribu Rupiah saja!

Jadi buat kamu yang butuh atasi masalah shockbreaker mobil bocor dan kaki-kaki mobil lainnya, yuk, cek dan service ke DOMO Kaki-kaki!

Hubungi Bengkel Dokter Mobil Sekarang!

Halo Domo Lovers 👋, reservasi ke bengkel Kami sekarang juga dan dapatkan promo menarik dari kami, cs kami akan membalas secepat mungkin


Klaim Promo Sekarang!