Posted by Mekanik Juan AC, Service AC Mobil, Tips merawat ac mobil

Kondensor AC Mobil Cepat Panas

Kondensor AC Mobil Cepat Panas

Kondensor Ac Mobil Cepat Panas

Penyebab :

Penyebab sistem AC tidak dingin adalah ;

  1. Kekurangan refrigerant
  2. Kebocoran refrigerant
  3. Magnetic switch yang tidak berfungsi.
  4. Kompressor jebol
  5. Elektrik fan mati
  6. Sumbatan pada condensor
  7. Blower mati.

Penyebab di atas umumnya terjadi dalam jangka waktu yang lama. Tapi tidak menutup kemungkinan sistem AC bermasalah ketika mobil masih baru. Tentu kualitas komponen menjadi faktor utama.

Berikut beberapa penyebab kondensor AC mobil cepat panas, antara lain :

  • Terlalu banyaknya oli kompresor dapat menaikkan temperatur serta tekanan dibagian kondensor AC mobil.
  • Terlalu banyaknya Freon yang digunakan sehingga dapat memicu tekanan yang berlebihan yang berdampak pada tigginya suhu ruangan sehingga kondensor pun menjadi lebih panas dari biasanya.
  • Menumpuknya debu atau kotoran pada bagian kondensor yang terhisap oleh kipas kondensor dan menumpuk dibagian sirip pendingin.
  • Motor Fannya yang rusak juga mempengaruhi, sehingga hembusan atau hisapan angin yang ditimbulkan pun berkurang.
  • Putaran kipas yang sudah melemah juga dapat mempengaruhi, misalnya pengguna menggunakan kipas tambahan, namun karena seringnya pemakaian sehingga daya putarnya pun semakin lama semakin melambat.

Dari uraian tersebut diharapkan masyarakat secara umum dapat memahami fungsi dari bagian system AC mobil yang dimilikinya. Sehinga tidak akan lalai dalam melakukan perawatan rutin baik dari sisi mesin mobil maupun perawatan AC mobil. Konsultasikan terlebih dulu pada mekanik di bengkel yang biasa Anda gunakan agar aman dan nyaman dalam menggunakan jasanya tersebut.

Kondensor AC mobil yang digunakan oleh masyarakat memiliki masa pakai dan tidak akan bertahan selama-lamanya. Oleh karena itu dengan perawatan rutin ke bengkel tersebut dapat mengantisipasi bila komponen-komponennya sudah ada yang harus diganti.

Dengan memahami penyebab-penyebab kondesor mengalami kepanasan dapat membantu mayarakat dalam mengatasinya sebelum masalah yang dihadapinya semakin kompleks. Masyarakat juga dapat jauh lebih banyak memahami dan mengantisipasi agar kondensor AC tersebut tidak mengalami panas yang tidak normal dengan menghindari beberapa hal tersebut. Salah satunya adalah terlalu banyaknya oli yang dimasukkan. Mungkin bagi sebagian orang terlalu banyak oli bagus karena akan membuat kompresor manjadi tidak mudah terkikis dan aus pada bagian dalamnya. Akan tetapi kenyataannya ternyata berdampak buruk, karena bila kompresor bekerja dengan oli yang kebanyakan akan membuat udara disekitarnya menjadi lebih panas dan tidak normal temperaturnya.

Solusi :

Sistem HVAC (Heating, Ventilating, and Air Conditioning) adalah sebuah rangkaian tambahan pada mobil yang bertujuan untuk mengatur suhu kabin mobil. Di Indonesia, HVAC lebih familiar dikenal dengan sistem AC. Keluhan paling umum sistem AC adalah ketika AC tidak dingin. Apa penyebabnya dan bagaimana cara memperbaiki AC mobil yang tidak dingin ? Simak tips dibawah

Bagaimana mengatasi Kondensor AC Mobil Cepat Panas ?

Untuk memperbaiki AC yang tidak dingin, anda perlu melakukan beberapa pengecekan. Dari delapan penyebab diatas, maka ada tiga hal yang perlu di garis bawahi. Yaitu ;

1. Kondisi refrigerant

Pertama, ukur tekanan refrigerant menggunakan AC manifold testing tool. Alat ini akan mengukur tekanan refrigerant atau freon baik sisi tekanan rendah dan tekanan tinggi. Bandingkan dengan tekanan freon standar mobil anda yang tertera pada chasis mobil.

Jika tekanan freon normal, maka tidak ada masalah pada volume refrigerant. Tapi jika tekanan freon turun bahkan habis, maka terdapat masalah berupa kebocoran pada sistem AC. Jangan langsung isi dengan freon baru, namun temukan terlebih dahulu sumber kebocoran.

2. Kondisi komponen dari kebocoran

Pemeriksaan kedua merupakan tindak lanjut dari pemeriksaan pertama. Kebocoran ini bisa saja terjadi pada selang atau komponen lainya. Kebocoran bisa ditandai dari adanya rembesan PAG oil atau oli kompressor pada sekeliling area yang mengalami kebocoran.

Rembesan ini bersifat basah dan apabila terkena debu akan mengotori permukaan area tersebut. Tapi jika lubang kebocoran sangatlah kecil, maka akan sulit terdeteksi dengan mata telanjang. Untuk melakukan pengecekan bisa dilakukan dengan penambahan zat khusus berupa cat atau dye yang dimasukan kedalam sistem AC. Cat ini akan menunjukan letak kebocoran karena sifat cat ini dapat keluar ke lubang sekecil apapun. Tapi untuk melihat kebocoran cat ini, anda juga perlu senter Ultraviolet (UV) agar dapat terlihat jelas.

Baca Juga : Meningkatkan Performa Mesin Diesel Tua

Ketika letak kebocoran sudah diketahui, saatnya anda melakukan perbaikan. Perbaikan ini bisa berupa penambalan area kebocoran menggunakan plastic steel atau melakukan penggantian komponen agar terjamin.

3. Kondisi sistem elektrikal HVAC

Kondisi terakhir akan ditemui jika tidak ada masalah pada kebocoran ataupun volume freon. Masalah sistem elektrikal AC bisa menyerang pada beberapa komponen, antara lain ;

  1. Kipas Pendingin (Extra Fan)

    Saat ini banyak mobil yang menggunakan kipas pendingin bertenaga listrik. Alasanya agar lebih irit dan efisien. Tapi saat rangkaian terputus, bukan hanya mesin yang akan mengalami overheat. Sistem AC juga akan mengalami masalah karena kipas pendingin juga berfungsi mendinginkan kondensor AC.

    Jika kipas mati, kemungkinan ada kerusakan dibagian sekering. Periksa kondisi sekering, kemudian ganti dengan kapasitas yang sesuai. Jika tetap putus, artinya ada short listrik pada rangkaian kipas.

    Lepaslah kipas pendingin dari ruang mesin, kemudian bersihkan area motor. Jika tetap mati, maka kemungkinan ada rangkaian yang terputus didalam kipas. Lakukan pemeriksaan menggunakan ohm meter untuk mencari mana hubungan yang terputus.

  2. Magnetic clutch

    Switch ini bertujuan sebagai kopling yang akan menghubungkan pulley kompressor dan poros kompressor. Jika clutch ini tidak berfungsi maka tidak ada pompaan refrigerant dari kompressor.

    Sama halnya dengan extra fan, periksa bagian fuse terlebih dahulu untuk memastikan adanya short voltage. Jika fuse masih tersambung, maka penyebab lain ada pada sensor. Sensor ini meliputi refrigerant pressure sensor dan blower temperature sensor. Perlu alat scan untuk mendeteksi kerusakan sensor.

     

    Tapi jika kerusakan terjadi pada magnetic clutch, tidak ada cara lain selain melakukan penggantian.

  3. Blower cabin

    Blower ini terletak didepan evaporator didalam kabin mobil. Tujuanya untuk memasok udara luar ke dalam kabin melewati evaporator. Jika blower ini tidak berputar maka tidak ada hembusan udara dari air vent walau blower control sudah diposisikan ke kecepatan tertinggi.

    Masalah ini jarang terjadi, tapi seperti biasa sebelum melakukan pembongkaran blower pastikan rangkaian pengontrol blower terhubung dengan baik. Biasakan untuk mengecek fuse terlebih dahulu jika dihadapkan pada masalah elektrikal.

Dokter Mobil

Bagi anda yang membutuhkan perawatan dan service AC mobil untuk mengatasi masalah Kondensor AC Mobil Cepat Panas

Silahkan menghubungi Dokter Mobil.

Dokter Mobil adalah bengkel AC mobil yang memiliki beberapa keunggulan seperti:

– Mekanik berpengalaman lebih dari 5 tahun
– Peralatan service yang lengkap dan berteknologi terbaru
– Spare part pengganti asli dan berkualitas
– Pengecheckan AC mobil yang “By Data” menggunakan mesin canggih
– Pengecheckan AC mobil GRATIS
– Garansi uang kembali 100% jika masalah muncul kembali.

Jika anda membutuhkan service silahkan menghubungi Dokter Mobil di phone/kontak:

KELAPA GADING
Jln. Boulevard Raya Blok QJ1 No.17
Kelapa Gading 15810
Phone/WA: 0877-8713-3366

GADING SERPONG
RUKO Paramount Dotcom Blok Orange no.5 Gading Serpong
, Pakulonan Baru., Klp. Dua, Tangerang, Banten 15810
Phone/WA: 0813-1991-2289

CIBUBUR
Kawasan Ruko Niaga Citra Gran Blok R6 No 6, KM 4,
Jl. Alternatif Cibubur, Jatisampurna, Kota Bks, Jawa Barat 17435
Phone:0858-1765-3292

Bali
Cargo Permai 84xxx Denpasar – Bali
Telp : (0361) 428557
WA : 081999953488

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

About Author

Write a Reply or Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *