Lampu Indikator Suhu Mobil Menyala, Ada Apa?

Jika lampu indikator suhu mobil masih menyala setelah cairan pendingin sudah ditambahkan dan kondisi radiator serta kipas radiator dalam keadaan baik, berikut beberapa kemungkinan penyebabnya:

  • Termostat rusak: Termostat yang rusak dapat menyebabkan mesin mobil overheat.
  • Sensor suhu mesin rusak: Sensor suhu mesin yang rusak dapat memberikan informasi yang salah kepada ECU, sehingga lampu indikator suhu menyala.
  • Saluran air pendingin tersumbat: Saluran air pendingin yang tersumbat dapat menyebabkan air pendingin tidak dapat bersirkulasi dengan baik, sehingga mesin overheat.
  • Pompa air pendingin rusak: Pompa air pendingin yang rusak dapat menyebabkan air pendingin tidak dapat bersirkulasi, sehingga mesin overheat.
  • Gasket kepala silinder bocor: Gasket kepala silinder yang bocor dapat menyebabkan air pendingin bercampur dengan oli mesin, sehingga mesin overheat.

Langkah-langkah yang dapat dilakukan:

  • Periksa termostat: Periksa apakah termostat masih berfungsi dengan baik.
  • Periksa sensor suhu mesin: Periksa apakah sensor suhu mesin masih berfungsi dengan baik.
  • Periksa saluran air pendingin: Periksa apakah ada saluran air pendingin yang tersumbat.
  • Periksa pompa air pendingin: Periksa apakah pompa air pendingin masih berfungsi dengan baik.
  • Periksa gasket kepala silinder: Periksa apakah gasket kepala silinder bocor.

Jika Anda tidak yakin dengan penyebab masalahnya, sebaiknya bawa mobil ke bengkel terpercaya untuk diperiksa dan diperbaiki.

Memeriksa Termostat Mobil

Berikut cara memeriksa termostat mobil:

  • Lepaskan termostat dari mesin mobil.
  • Masukkan termostat ke dalam panci berisi air.
  • Panaskan air dengan perlahan.
  • Perhatikan apakah termostat membuka pada suhu yang sesuai.

Jika termostat tidak membuka pada suhu yang sesuai, berarti termostat rusak dan perlu diganti.

Pencegahan Lampu Indikator Suhu Menyala

Berikut langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah lampu indikator suhu mobil menyala:

  • Periksa dan ganti cairan pendingin secara rutin.
  • Periksa dan bersihkan radiator secara rutin.
  • Periksa dan ganti kipas radiator jika sudah tidak berfungsi dengan baik.
  • Periksa dan ganti termostat jika sudah tidak berfungsi dengan baik.
  • Periksa dan ganti sensor suhu mesin jika sudah tidak berfungsi dengan baik.

Dengan melakukan langkah-langkah pencegahan ini, diharapkan lampu indikator suhu mobil tidak akan menyala dan mesin mobil tidak akan overheat.

Maksud dan Mengapa Lampu Indikator Suhu Mobil Menyala

Ketika lampu indikator suhu mobil menyala, itu menunjukkan bahwa ada masalah dengan sistem pendingin mesin mobil.

Jangan abaikan lampu ini, karena jika Anda terus mengemudi dalam kondisi mesin panas, dapat menyebabkan kerusakan yang serius dan bahkan merusak mesin secara permanen.

Berikut ini adalah beberapa penjelasan tentang apa yang harus dilakukan ketika lampu indikator suhu mobil menyala:

  1. Periksa Level Cairan Pendingin

Ketika lampu indikator suhu mobil Anda menyala, itu bisa menandakan bahwa level cairan pendingin di dalam radiator terlalu rendah atau bahkan habis.

Cairan pendingin sangat penting dalam menjaga suhu mesin agar tetap stabil dan tidak terlalu panas.

Jika level cairan terlalu rendah, maka mesin akan cepat panas dan bisa menyebabkan kerusakan pada mesin dan ditandai dengan lampu indikator suhu mobil menyala.

Untuk memeriksa level cairan pendingin, Anda bisa membuka tutup radiator dan lihat level cairan di dalamnya.

Pastikan level cairan berada pada tingkat yang sesuai dengan batas level yang ditandai pada tutup radiator.

Jika level cairan terlalu rendah, tambahkan cairan pendingin secukupnya. Tapi ingat, jangan tambahkan cairan pendingin ketika mesin masih panas karena hal tersebut bisa menyebabkan kerusakan pada mesin.

  1. Periksa Kondisi Radiator

Radiator merupakan komponen penting dalam sistem pendingin mobil yang berfungsi untuk mengeluarkan panas dari mesin mobil.

Radiator bekerja dengan mengalirkan cairan pendingin ke dalam pipa-pipa radiator dan kemudian mendinginkannya dengan bantuan udara.

Jika kondisi radiator bocor atau rusak, maka cairan pendingin tidak akan berfungsi dengan baik dan mesin akan cepat panas.

Hal ini akan menimbulkan lampu indikator suhu mobil menyala.

Untuk memeriksa kondisi radiator, pastikan tidak ada kerusakan pada permukaannya dan tidak ada kebocoran pada pipa-pipa radiator.

Jika radiator bocor atau rusak, Anda perlu membawanya ke bengkel untuk diperbaiki atau diganti.

  1. Periksa Kipas Radiator

Kipas radiator berfungsi untuk membantu mengalirkan udara ke dalam radiator dan mendinginkan cairan pendingin.

Jika kipas radiator tidak berfungsi dengan baik, maka suhu mesin akan cepat naik dan bisa menyebabkan kerusakan pada mesin sehingga lampu indikator suhu mobil menyala.

Untuk memeriksa kipas radiator, Anda bisa menghidupkan mesin dan menunggu beberapa menit sampai suhu mesin naik.

Kemudian periksa apakah kipas radiator berputar dengan normal atau tidak.

Jika kipas radiator tidak berputar dengan normal, periksa kembali kelistrikan kipas radiator dan pastikan tidak ada kabel yang putus atau korsleting.

  1. Periksa Termostat

Termostat adalah komponen yang berfungsi untuk membuka dan menutup jalur cairan pendingin ke mesin.

Jika termostat rusak atau macet, maka jalur cairan pendingin tidak akan membuka dan mesin akan cepat panas.

Periksa termostat dan pastikan tidak ada masalah untuk memastikan ketika lampu indikator suhu mobil menyala.

Untuk memeriksa termostat, Anda bisa membuka penutup radiator dan mencari komponen yang menyerupai cincin kecil dengan beberapa kabel yang terhubung.

Kemudian, hidupkan mesin dan tunggu sampai mesin mencapai suhu normal. Setelah itu, perhatikan apakah termostat berfungsi dengan baik atau tidak.

Jika termostat tidak berfungsi dengan baik, maka Anda perlu menggantinya dengan termostat yang baru.

Baca Juga: Cara Pengecekan Termostat Mesin Dengan Benar

Pahami Kondisi Mobil Melalui Chekko Dokter Mobil!

Mengetahui kondisi mobil secara keseluruhan adalah hal yang sangat penting untuk menghindari masalah pada mobil Anda, termasuk masalah lampu indikator suhu mobil menyala.

Dengan mengetahui kondisi mobil secara keseluruhan, Anda bisa mengidentifikasi masalah pada mobil Anda lebih awal dan memberikan penanganan yang tepat, sehingga dapat mencegah kerusakan yang lebih serius.

Salah satu cara untuk mengetahui kondisi mobil secara keseluruhan adalah dengan melakukan inspeksi mobil secara berkala.

Inspeksi mobil dapat membantu Anda memeriksa kondisi mesin, sistem pendingin, sistem kelistrikan, sistem pengereman, dan komponen-komponen lainnya yang penting untuk menjaga performa mobil Anda.

Dengan melakukan inspeksi mobil, Anda dapat mengetahui masalah pada mobil Anda sebelum menjadi lebih serius.

Berikut adalah maksud dan penyebab dari lampu indikator suhu mobil menyala. Jangan biarkan masalah pada mobil Anda menjadi semakin serius dan mengganggu aktivitas Anda.

Segera lakukan inspeksi mobil secara berkala dan dapatkan layanan inspeksi mobil yang terpercaya seperti Chekko dari Dokter Mobil.

FAQ Seputar Lampu Indikator Suhu Mobil Menyala

1. Apa saja gejala spesifik dari kerusakan thermostat, sensor suhu mesin, atau saluran pendingin air yang tersumbat, dan bagaimana perbedaan gejala-gejalanya?

Begini, masing-masing komponen punya gejala khas. Kalau thermostat rusak, biasanya suhu mesin jadi tidak stabil. Kadang cepat panas, kadang lama panasnya, atau bahkan suhu naik drastis.

Kalau sensor suhu mesin bermasalah, indikator suhu di dashboard bisa ngaco, naik turun tidak jelas, padahal suhu mesin sebenarnya normal.

Nah, kalau saluran pendingin tersumbat, biasanya mesin cepat panas, karena air pendingin tidak bisa bersirkulasi dengan baik. Jadi, intinya, perhatikan indikator suhu dan bagaimana mesin bereaksi.

2. Berapa biaya rata-rata untuk memperbaiki masing-masing masalah potensial (thermostat, sensor, saluran pendingin, pompa air, paking kepala silinder) yang menyebabkan lampu indikator suhu mesin menyala?

Soal biaya, ini memang bervariasi, tergantung merek mobil dan bengkelnya. Penggantian thermostat atau sensor suhu biasanya tidak terlalu mahal, mungkin ratusan ribu rupiah.

Tapi, kalau masalahnya di pompa air atau paking kepala silinder, biayanya bisa jutaan rupiah, karena pengerjaannya lebih rumit. Lebih baik kamu tanya langsung ke bengkel terpercaya untuk dapat kepastian harga.

3. Seberapa sering thermostat, sensor suhu mesin, dan pompa air harus diperiksa atau diganti sebagai bagian dari perawatan rutin mobil?

Untuk thermostat dan sensor suhu mesin, biasanya diperiksa setiap servis berkala. Kalau pompa air, sebaiknya diganti setiap 60.000-100.000 km, atau sesuai rekomendasi pabrikan mobilmu. Tapi, kalau ada tanda-tanda kerusakan, ya, jangan tunda untuk diperiksa.

4. Apakah ada merek atau jenis pendingin tertentu yang direkomendasikan atau tidak direkomendasikan untuk digunakan pada berbagai model mobil untuk mencegah masalah pada sistem pendingin?

Sebaiknya gunakan cairan pendingin yang direkomendasikan oleh pabrikan mobilmu. Hindari mencampur berbagai jenis pendingin, karena bisa menyebabkan reaksi kimia yang merusak. Pastikan juga pendingin yang kamu gunakan memiliki kandungan anti karat.

Untuk merk, banyak sekali merk yang sudah beredar dipasaran, pastikan ketika membeli, produk tersebut sudah dikenal oleh banyak orang.

5. Apa saja konsekuensi jangka panjang dari mengabaikan lampu indikator suhu mesin yang menyala, dan bagaimana cara mencegahnya?

Mengabaikan lampu indikator suhu mesin sama saja dengan cari masalah. Mesin bisa overheat, dan itu bisa merusak komponen-komponen penting, bahkan bisa menyebabkan mesin jebol.

Biayanya pasti jauh lebih mahal daripada perbaikan kecil. Cara mencegahnya, ya, rutin periksa kondisi air pendingin, pastikan tidak ada kebocoran, dan segera bawa mobil ke bengkel jika ada tanda-tanda aneh.

Hubungi Bengkel Dokter Mobil Sekarang!

Halo Domo Lovers 👋, reservasi ke bengkel Kami sekarang juga dan dapatkan promo menarik dari kami, cs kami akan membalas secepat mungkin


Klaim Promo Sekarang!

Penulis Sejak Sept 2021