Rekomendasi Jenis dan tipe Oli Mobil Matic Beserta Harganya

Oli merupakan elemen penting bagi mobil, termasuk mobil bertransmisi matic. Untuk itu, Anda wajib tahu rekomendasi jenis oli mobil matic.

Sebab, oli untuk mobil transmisi otomatis ini berbeda dengan oli untuk mobil bertransmisi manual. Akan berakibat fatal apabila Anda menggunakan oli mobil transmisi otomatis untuk mobil bertransmisi manual, atau sebaliknya.

Jadi, Anda harus selektif dalam memilih jenis oli untuk mobil bertransmisi otomatis. Gunakan jenis oli yang sesuai dengan tipe mobil yang Anda gunakan.

Sebab, tidak semua mobil matic ini cocok dengan jenis oli yang Anda gunakan.

3 Jenis Oli Mobil Matic Yang Direkomendasikan

Jenis oli untuk mobil bertransmisi otomatis ini terbagi atas beberapa tipe. Tergantung jenis transmisi mobil matic yang Anda gunakan.

Sebab, transmisi mobil matic ini terbagi menjadi 2. Yaitu, CVT (Continuously Variable Transmission),  dan konvensional.

Secara teknik, kedua transmisi memiliki fungsi yang sama. Hanya saja, transmisi CVT lebih canggih dibandingkan dengan transmisi matic konvensional.

Sehingga, jenis oli yang digunakan pun juga berbeda. Maka dari itu, ini dia rekomendasi jenis-jenis oli untuk mobil bertransmisi otomatis.

Diantaranya adalah sebagai berikut  :

  1. CVT Fluid (CVTF)

CVT Fluid atau CVTF menjadi salah satu jenis oli mobil matic tipe CVT. Oli ini dikhususkan bagi pemilik mobil bertransmisi otomatis tipe CVT.

Oli ini memiliki suhu yang lebih dingin dibandingkan dengan jenis oli matic lainnya.

Sehingga, oli CVT Fluid ini mampu menjaga suhu dan kestabilan dari komponen transmisi matic tipe CVT.

  1. Dual Clutch Oil

Beberapa tipe mobil matic terbaru ini memang membutuhkan jenis oli mobil bertransmisi otomatis yang juga keluaran terbaru.

Maka, Anda dapat memilih jenis oli dual clutch untuk mobil matic terbaru. Oli dual clutch ini cocok untuk jenis mobil transmisi otomatis merk BMW, Mercy,Audi, dan merk terbaru lainnya.

  1. Oli Konvensional

Untuk Anda pemilik mobil matic jenis konvensional.

Maka, Anda dapat menggunakan jenis oli matic tipe konvensional. Oli tipe ini sangat cocok untuk segala merk mobil bertransmisi otomatis.

Di Indonesia sendiri, oli konvensional banyak di jual di bengkel-bengkel mobil dengan harga yang beragam.

Jadi, pilih oli konvensional yang sesuai dengan tipe atau jenis mobil yang Anda gunakan.

Rekomendasi Tipe Oli Mesin Mobil Transmisi Otomatis Beserta Harganya

Oli mesin untuk mobil bertransmisi otomatis ini juga berbeda dengan oli mesin untuk mobil bertransmisi manual.

Untuk itu, Anda juga perlu tahu rekomendasi jenis tipe oli mesin yang cocok untuk mobil matic Anda. Diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Oli  Tipe ASP 5W-30

Rekomendasi oli mobil matic yang pertama adalah tipe ASP 5W-30. Oli mobil yang satu ini direkomendasikan untuk jenis mobil matic CVT.

Oli tipe ASP 5W-30 ini telah mengadopsi full synthetic technology. Sehingga, lebih hemat bahan bakar dan menghasilkan performa mobil yang cukup prima.

Selain itu, oli tipe ASP 5W-30 ini juga mampu menjaga komponen mesin tetap awet dan tidak mudah aus atau berkarat.

Tak hanya itu saja, penggunaan oli ASP 5W-30 ini juga mencegah mesin mobil mengalami overheating tau suhu mesin mobil mudah panas.

Harga oli tipe ASP 5W-30 ini dibanderol sekitar Rp. 180.000 hingga Rp. 200.000 per liternya

  1. Oli Tipe ASP 5W-40

Untuk Anda pengguna mobil matic konvensional. Maka, Anda dapat menggunakan jenis oli mesin tipe ASP 5W-40.

Oli mesin tipe ASP 5W-40 ini juga mengadopsi full synthetic technology. Sehingga, oli ini mampu merawat mesin mobil lebih lama dibandingkan dengan jenis oli lainnya.

Selain itu, oli tipe ASP 5W-40 ini mampu memberi perlindungan secara maksimal pada komponen mesin agar tidak mudah aus, korosi, ataupun berkarat.

Oli tipe ASP 5W-40 ini cocok untuk jenis mobil bermesin diesel maupun bensin, seperti Toyota Kijang Innova, Toyota Fortuner, ataupun Mitsubishi Pajero Sport.

Baca Juga : Penyebab Coil Panas Pada Mobil

Oli mobil transmisi otomatis ini memang berbeda dengan jenis oli mobil manual. Ada beberapa jenis oli untuk mobil transmisi otomatis ini, sesuai dengan tipe transmisi dari mobil tersebut.

Nah, terdapat dua jenis tipe oli untuk mobil matic yang sangat familiar di Indonesia.

Anda dapat menggunakan tipe ASP 5W-30 untuk mobil bertransmisi matic CVT.

Serta menggunakan jenis tipe ASP 5W-40 untuk mobil bertransmisi matic konvensional.

FAQ Seputar Jenis dan tipe Oli Mobil Matic

1. Apakah ada perbedaan harga yang signifikan antara oli tipe ASP 5W-30 dan ASP 5W-40?

Tentu, mari kita jawab pertanyaan-pertanyaan seputar oli matic mobil ini:
Apakah ada perbedaan harga yang signifikan antara oli tipe ASP 5W-30 dan ASP 5W-40?

Mengenai perbedaan harga antara oli ASP 5W-30 dan ASP 5W-40, sayangnya informasi yang tersedia tidak secara spesifik menyebutkan perbedaan harga yang signifikan di antara keduanya.

Namun, perlu kamu ketahui bahwa variasi harga oli dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti merek, jenis (sintetis atau mineral), dan tempat pembelian. Untuk mengetahui perbedaan harga yang lebih pasti, kamu bisa langsung mengecek di toko oli mobil atau bengkel langgananmu.

2. Selain kedua tipe oli yang disebutkan, adakah rekomendasi oli lain untuk mobil matic, terutama untuk merk mobil Eropa seperti BMW atau Mercedes-Benz?

Selain ASP 5W-30 dan ASP 5W-40, ada beberapa merek oli lain yang bisa menjadi pilihan untuk mobil matic, terutama mobil Eropa seperti BMW atau Mercedes-Benz. Beberapa merek yang cukup terkenal dan sering direkomendasikan antara lain:

  • Mobil 1: Merek ini dikenal dengan kualitas oli sintetiknya yang tinggi dan cocok untuk berbagai jenis mobil, termasuk mobil Eropa.
  • Castrol: Castrol juga memiliki berbagai macam oli matic yang diformulasikan khusus untuk mobil dengan transmisi otomatis.
  • Shell: Shell memiliki beberapa varian oli matic yang bisa menjadi pilihan, salah satunya adalah Shell Helix.
  • Liqui Moly: Merek ini berasal dari Jerman dan dikenal dengan kualitas oli yang sangat baik, sehingga cocok untuk mobil-mobil Eropa.

Pastikan untuk selalu memeriksa spesifikasi oli yang direkomendasikan oleh pabrikan mobilmu sebelum memilih oli matic.

3. Bagaimana cara mengetahui jenis transmisi matic yang digunakan pada mobil saya (CVT atau konvensional)?

Untuk mengetahui jenis transmisi matic yang digunakan pada mobilmu, kamu bisa melakukan beberapa cara berikut:

  • Periksa buku manual mobil: Biasanya, informasi mengenai jenis transmisi tercantum dalam buku manual mobil.
  • Cari informasi di internet: Kamu bisa mencari informasi mengenai jenis transmisi mobilmu di internet dengan memasukkan merek dan tipe mobilmu.
  • Lihat tuas transmisi: Pada transmisi CVT, biasanya tidak terdapat gigi atau hanya ada posisi P, R, N, dan D. Sedangkan pada transmisi konvensional, biasanya terdapat gigi seperti 1, 2, 3, dan seterusnya.
  • Rasakan saat berkendara: Transmisi CVT biasanya memberikan sensasi perpindahan gigi yang lebih halus dan tidak terasa seperti hentakan. Sedangkan pada transmisi konvensional, perpindahan gigi akan terasa seperti hentakan.

4. Apakah ada dampak negatif jika menggunakan oli matic yang tidak sesuai dengan jenis transmisi mobil?

Penggunaan oli matic yang tidak sesuai dengan jenis transmisi mobil dapat memiliki dampak negatif yang cukup serius, antara lain:

  • Kerusakan transmisi: Oli yang tidak sesuai dapat menyebabkan komponen dalam transmisi aus atau rusak, sehingga dapat menyebabkan kerusakan yang lebih parah.
  • Performa mobil menurun: Penggunaan oli yang tidak sesuai dapat menyebabkan performa mobil menurun, seperti akselerasi yang lambat atau boros bahan bakar.
  • Umur transmisi menjadi pendek: Oli yang tidak sesuai dapat memperpendek umur transmisi mobilmu.

Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu menggunakan oli matic yang sesuai dengan jenis transmisi mobilmu.

5. Berapa kilometer jarak tempuh ideal untuk melakukan penggantian oli matic?

Jarak tempuh ideal untuk melakukan penggantian oli matic bervariasi tergantung pada beberapa faktor, seperti jenis oli yang digunakan, kondisi jalan, dan gaya mengemudi. Namun, sebagai acuan umum, penggantian oli matic disarankan setiap 40.000 hingga 60.000 kilometer.

Namun, ada baiknya kamu selalu mengikuti rekomendasi yang tertera dalam buku manual mobilmu. Selain itu, lakukanlah pengecekan kondisi oli matic secara berkala untuk memastikan oli tetap dalam kondisi baik.

Hubungi Bengkel Dokter Mobil Sekarang!

Halo Domo Lovers 👋, reservasi ke bengkel Kami sekarang juga dan dapatkan promo menarik dari kami, cs kami akan membalas secepat mungkin


Klaim Promo Sekarang!

Penulis Sejak Sept 2021