Akibat dan Dampak Jika Oli Mesin Habis Atau Kering – Inilah akibat dan dampak jika oli mesin habis atau kering. Oli merupakan cairan pelumas mesin yang akan bekerja sebagai pelindung sekaligus pendukung dari kinerja sebuah mesin. Pastinya tanpa cairan ini mesin pada kendaraan tak akan berfungsi dengan baik dan nantinya akan timbul suatu kerusakan bagi sebagian hingga beberapa dari komponen mesin itu. Sehingga setiap kendaraan memang tak bisa terlepaskan dari komponen bernama oli yang secara berkala harus diganti dengan yang baru.
Baca Juga : Daftar Lengkap Oli Mobil Diesel yang Bagus dan Rekomendid
Dampak Oli Mesin Habis Atau Kering
Peran oli yang begitu penting memang harus dikondisikan selalu prima. Dimana pada kendaraan mobil dianjurkan dari 3.000 hingga 5.000 km harus ganti oli. Tetapi ada pula yang mencapai lebih dan biasanya dipengaruhi oleh tipe oli yang digunakan. Di samping itu, dapat dipengaruhi pula oleh kebijakan dari produk mobil bersangkutan, dan pada umumnya telah tertera pada buku panduan manual.
Tak jarang pula terjadi keadaan dimana Oli Mesin Habis Atau Kering. Sampai pada akhirnya kinerja mobil itu tak dapat dioperasikan dengan baik. Otomatis mesin mobil akan mati karena oli yang mempunyai peran pula sebagai pendukung performa dari mesin tersebut. Tak hanya itu saja dampak yang terjadi, tetapi juga ada efek lainnya yang antara lain ialah:
- Dari mesin yang mati maka operasional dari komponen lainnya tak berfungsi.
- Kruk AS dan blok mesin bisa terluka dan akibatnya harus mengganti satu perangkat mesin agar operasional mobil berjalan dengan baik lagi.
- Terdapat beberapa resiko kerusakan hingga ketidakfungsian dari komponen mesin dan sekitarnya.
- Area mesin berkarat dan nantinya tak layak pakai, jadinya harus diganti.
Akibat buruk tentu saja terjadi secara otomatis bilamana oli mesin telah kering bahkan habis. Perihal ini dikarenakan oli yang mempunyai fungsi begitu vital, yang antara lain ialah:
- Melindungi tiap-tiap komponen mesin hingga setiap gesekan antar bagian.
- Mencegah adanya korosi yang dapat terjadi pada mesin akibat dari reaksi oksidasi.
- Membersihkan tiap-tiap kotoran yang tertempel pada sela-sela ring pada bentuk berupa sisa pembakaran dan nantinya akan dibuang dari proses pergantian oli lama dengan yang baru.
- Mendinginkan set mesin akibat dari pembakaran sekaligus pemanasan di ruang mesin.
- Menghaluskan sekaligus meminimalisir suara gesekan yang terjadi antar mesin.
Ada begitu banyak peran penting dari sebuah mesin dan pastinya Anda wajib tahu agar nantinya tak menjadikan Oli Mesin Habis Atau Kering. pada mesin kekeringan. Pun begitu, dalam upaya pencegahan dimana oli mesin tak terpantau dan akhirnya habis, dapat dimulai dengan cara-cara simple seperti berikut:
- Baca buku panduan manual yang mengharuskan pergantian mesin di km mana.
- Perhatikan kualitas oli yang akan aktif dalam berapa km, yang pada kemasan oli pada biasanya telah tertera hitungan atas kinerja oli itu.
- Buatlah catatan untuk masa pergantian oli di sesuai dengan hitungan yang ada.
- Pilih oli yang berkualitas dan sesuai dengan saran atas penggunaan yang cocok pada kendaraan bersangkutan.
Terdapat beberapa cara Oli Mesin Habis Atau Kering, dimana Anda bisa mengatur sekaligus mengkondisikan kecukupan mesin mobil dengan oli yang terbaik dan tepat waktu. Dimana keadaan begitu buruk akan menyerang area mesin dan komponen lainnya bilamana terjadi kekeringan. Terlebih urusan perawatan sekaligus pergantian oli berkualitas dan tepat ini bisa Anda percayakan dengan pihak bengkel.
FAQs Oli Mesin Habis Atau Kering
1. Gimana sih cara tahu oli mesin beneran habis atau cuma berkurang?
Meskipun artikel itu udah ngasih tau tanda-tanda oli mesin habis, tapi buat mastiinnya emang perlu cek langsung. Gak cukup cuma liat dipstick aja, soalnya kadang bisa keliru. Nih, cara yang lebih akurat:
- Cek dipstick: Pastiin mesin udah dingin ya, terus tarik dipstick-nya, bersihin, masukin lagi, dan tarik lagi. Liat level oli ada di tanda “Low” atau malah gak ada sama sekali? Kalo iya, berarti oli mesin kamu berkurang atau habis.
- Periksa kolong mobil: Coba cek kolong mobil kamu, ada bekas tetesan oli gak? Kalo ada, bisa jadi ada kebocoran yang bikin oli mesin berkurang.
- Nyalain mesin: Kalo kamu nekat nyalain mesin dalam kondisi oli habis atau hampir habis, biasanya ada indikator oli di dashboard yang nyala. Tapi, jangan sampai nyalain mesin kalo kamu udah curiga oli habis, bahaya banget!
2. Selain bocor sama mobil udah tua, apa lagi sih yang bikin oli mesin cepet habis?
Betul banget, kebocoran sama usia kendaraan emang faktor utama. Tapi, ada beberapa hal lain yang juga bisa bikin oli mesin cepet habis:
- Jenis oli: Oli yang encer (viskositas rendah) biasanya lebih cepet habis dibandingkan oli yang kental.
- Gaya berkendara: Kalo kamu sering ngegas pol-polan atau sering macet-macetan, oli mesin juga bakal lebih cepet habis.
- Kondisi mesin: Kalo ada kerusakan di komponen mesin, misalnya ring piston aus atau sil klep bocor, oli mesin bisa masuk ke ruang bakar dan ikut terbakar.
- Kualitas oli: Oli yang kualitasnya jelek juga cepet habis karena gak tahan lama.
3. Emang ada oli mesin yang lebih awet? Kalo ada, yang kayak gimana?
Tentu aja ada! Oli mesin yang dirancang dengan teknologi sintetik biasanya lebih tahan lama dibandingkan oli mineral. Oli sintetik punya beberapa keunggulan, kayak:
- Lebih stabil pada suhu tinggi: Gak gampang menguap atau teroksidasi meskipun mesin panas.
- Lebih encer pada suhu rendah: Memudahkan sirkulasi oli saat mesin pertama kali dihidupkan.
- Membersihkan mesin lebih baik: Mencegah penumpukan kotoran yang bisa merusak mesin.
Tapi, penting juga buat kamu pilih oli yang sesuai dengan spesifikasi mesin mobilmu ya! Cek buku manual atau konsultasi ke bengkel terpercaya aja.
4. Selain ganti oli rutin, apa lagi yang bisa dilakuin biar oli mesin gak cepet habis?
Ganti oli rutin emang penting banget, tapi ada beberapa hal lain yang bisa kamu lakuin buat mencegah oli mesin cepet habis:
- Panaskan mesin sebelum berkendara: Biarkan oli mesin bersirkulasi dengan baik sebelum mobil dipakai.
- Hindari memacu mobil dengan RPM tinggi terus-menerus: Berkendara dengan tenang dan hindari akselerasi dan pengereman mendadak.
- Periksa kondisi mesin secara berkala: Deteksi dini kebocoran atau kerusakan komponen mesin lainnya.
- Gunakan bahan bakar berkualitas baik: Bahan bakar yang buruk bisa meninggalkan kotoran yang bisa mengkontaminasi oli mesin.
5. Gimana kalo oli mesin tiba-tiba habis di jalan?
Tenang, jangan panik! Kalo kamu ngalamin hal ini, lakuin langkah-langkah berikut:
- Segera menepi di tempat yang aman: Matikan mesin mobil kamu.
- Jangan coba-coba menghidupkan mesin lagi: Ini bisa merusak mesin secara parah.
- Cek dipstick untuk memastikan kondisi oli mesin.
- Hubungi layanan darurat atau bengkel terdekat: Minta bantuan untuk mendapatkan oli mesin dan memeriksa kondisi mobil kamu.
- Kalo terpaksa harus menambahkan oli sendiri, pastikan menggunakan jenis oli yang sama dengan yang digunakan sebelumnya.
Dokter Mobil siap diandalkan dalam menangani setiap perawatan pergantian oli untuk kendaraan kesayangan Anda. Pengkondisian sekaligus perawatan untuk mesin dapat Anda percayakan kepada Kami, karena Kami telah berpengalaman dalam memberikan service oli terbaik.
Hubungi Bengkel Dokter Mobil Sekarang!
Halo Domo Lovers 👋, reservasi ke bengkel Kami sekarang juga dan dapatkan promo menarik dari kami, cs kami akan membalas secepat mungkin