Ragam Penyakit Toyota Calya yang Wajib Diketahui

Mau beli mobil Toyota Calya dan lagi cari-cari info seputar penyakit Toyota Calya?

Dikenal karena efisiensi bahan bakarnya yang baik dan harga yang terjangkau, Toyota Calya banyak diminati oleh keluarga dan pengguna mobil perkotaan.

Namun, seperti mobil lainnya, Toyota Calya juga memiliki beberapa masalah atau “penyakit” yang sering ditemui oleh para pemiliknya.

Artikel ini akan membahas beberapa penyakit Toyota Calya dan memberikan tips untuk menangani masalah-masalah tersebut.

Penyakit Toyota Fortuner

Kalau kamu lagi tertarik beli Calya, Dokter Mobil akan kasih info seputar penyakit Toyota Calya atau masalah-masalah yang sering terjadi yang bisa kamu waspadai:

  1. Mesin Bergetar saat Idle

Salah satu penyakit Toyota Calya yang sering dikeluhkan adalah getaran mesin saat mobil berada dalam keadaan idle (diam).

Getaran ini biasanya terasa pada kursi dan setir, yang bisa mengurangi kenyamanan berkendara.

Getaran pada mesin bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kondisi mounting mesin yang sudah aus atau kotoran yang menumpuk di throttle body.

Untuk mengatasi masalah ini, pemilik Toyota Calya disarankan untuk rutin memeriksa dan membersihkan throttle body serta mengganti mounting mesin jika sudah aus.

Kamu bisa coba tune up Jet Clean di Dokter Mobil.

Bisa membersihkan berbagai komponen yang terhubung dengan aktivitas pengapian, termasuk throttle body, agar bebas dari kerak karbon, sehingga pengapian lebih lancar, dan performa mobil pun lebih optimal.

  1. Suara Berisik pada Suspensi

Penyakit Toyota Calya berikutnya adalah suara berisik yang sering muncul dari bagian suspensi, terutama ketika melewati jalan yang tidak rata.

Suara berisik ini bisa sangat mengganggu kenyamanan berkendara.

Suara berisik pada suspensi biasanya disebabkan oleh karet bushing yang sudah aus atau rusak, serta per yang sudah melemah.

Untuk mengatasi suara berisik ini, pemilik Toyota Calya sebaiknya memeriksa dan mengganti karet bushing serta per yang sudah aus.

Melakukan perawatan suspensi secara rutin juga sangat disarankan.

  1. Overheating pada Mesin

Penyakit Toyota Calya yang cukup serius adalah mesin yang mudah overheating.

Masalah ini bisa menyebabkan kerusakan serius jika tidak segera ditangani.

Overheating pada mesin Toyota Calya bisa disebabkan oleh radiator yang tersumbat, kipas radiator yang tidak berfungsi, atau kebocoran pada sistem pendingin.

Untuk mencegah overheating, pemilik Toyota Calya harus rutin memeriksa dan membersihkan radiator, memastikan kipas radiator berfungsi dengan baik, dan memeriksa sistem pendingin untuk menghindari kebocoran.

  1. Masalah pada Sistem Kelistrikan

Masalah kelistrikan juga sering menjadi penyakit Toyota Calya yang dikeluhkan oleh para pemiliknya.

Masalah ini bisa berupa lampu yang tidak menyala, sistem audio yang bermasalah, atau indikator yang tidak berfungsi.

Masalah kelistrikan bisa disebabkan oleh kabel yang longgar atau putus, sekering yang terbakar, atau komponen kelistrikan yang rusak.

Untuk mengatasi masalah kelistrikan, pemilik Toyota Calya harus memeriksa dan mengganti kabel yang rusak atau longgar, mengganti sekering yang terbakar, dan memastikan komponen kelistrikan berfungsi dengan baik.

  1. Kualitas Interior yang Kurang Memadai

Beberapa pemilik Toyota Calya mengeluhkan kualitas interior yang kurang memadai, seperti bahan yang cepat aus atau suara berisik dari dalam kabin.

Kualitas bahan yang digunakan pada interior Toyota Calya memang bukan yang terbaik, mengingat mobil ini berada di segmen LCGC yang mengutamakan harga terjangkau.

Untuk meningkatkan kenyamanan interior, pemilik Toyota Calya bisa melakukan beberapa modifikasi ringan seperti memasang peredam tambahan pada pintu dan lantai, serta mengganti bahan pelapis kursi dengan yang lebih berkualitas.

  1. Lampu Utama yang Kurang Terang

Lampu utama yang kurang terang juga sering menjadi penyakit Toyota Calya. Masalah ini bisa mengurangi visibilitas pengemudi saat berkendara di malam hari atau dalam kondisi hujan.

Lampu utama yang kurang terang bisa disebabkan oleh reflektor yang kotor atau bola lampu yang sudah lemah.

Untuk meningkatkan kecerahan lampu utama, pemilik Toyota Calya bisa membersihkan reflektor secara berkala dan mengganti bola lampu dengan yang lebih terang dan berkualitas.

  1. Body yang Mudah Penyok

Toyota Calya dikenal memiliki body yang cukup ringan, yang membuatnya lebih mudah penyok jika terkena benturan ringan.

Penyakit Toyota Calya ini tentunya bisa mengurangi estetika mobil.

Body yang ringan memang menjadi salah satu karakteristik mobil LCGC untuk mengurangi biaya produksi dan meningkatkan efisiensi bahan bakar.

Untuk mengurangi risiko penyok, pemilik Toyota Calya harus lebih berhati-hati saat berkendara dan parkir, serta bisa mempertimbangkan memasang pelindung tambahan pada bagian-bagian tertentu.

Baca Juga: Cara Merawat Mobil Baru agar Tetap Optimal dan Awet

  1. Rem yang Kurang Pakem

Beberapa pemilik Toyota Calya juga mengeluhkan rem yang kurang pakem, yang bisa mengurangi tingkat keselamatan saat berkendara.

Rem yang kurang pakem bisa disebabkan oleh kampas rem yang sudah aus atau cairan rem yang kurang.

Untuk memastikan rem bekerja dengan baik, pemilik Toyota Calya harus rutin memeriksa dan mengganti kampas rem, serta memastikan cairan rem selalu dalam kondisi cukup.

  1. Kerusakan pada Transmisi

Masalah pada transmisi juga sering dilaporkan oleh pemilik Toyota Calya, terutama pada model dengan transmisi otomatis.

Penyakit Toyota Calya ini bisa berupa perpindahan gigi yang tidak mulus atau bahkan kerusakan total pada transmisi.

Kerusakan pada transmisi bisa disebabkan oleh kurangnya perawatan, seperti tidak rutin mengganti oli transmisi atau menggunakan oli yang tidak sesuai.

Untuk mengatasi masalah transmisi, pemilik Toyota Calya harus rutin mengganti oli transmisi sesuai dengan jadwal yang ditentukan oleh pabrikan dan menggunakan oli transmisi yang direkomendasikan.

Untuk permasalahan transmisi juga kamu bisa coba layanan Matic Jet Clean di Dokter Mobil.

Layanan Matic Jet Clean jadi solusi yang jauh lebih terjangkau jika dibandingkan dengan overhaul.

Bagian valve body dan selenoid transmisi akan dibersihkan dengan mesin khusus, sehingga kotoran dan kerak yang sebabkan masalah transmisi bisa tuntas maksimal.

Kalau kamu tertarik buat coba tune up Jet Clean dan Matic Jet Clean, kamu bisa klik tombol reservasi di bawah ini!

Hubungi Bengkel Dokter Mobil Sekarang!

Halo Domo Lovers 👋, reservasi ke bengkel Kami sekarang juga dan dapatkan promo menarik dari kami, cs kami akan membalas secepat mungkin


Klaim Promo Sekarang!

Penulis Sejak Sept 2021