Posted by Mekanik Aditya Dokter Mobil Masalah dan Solusi Mobil

Cara Atasi Asap Putih Tebal pada Mesin Diesel dan 4 Penyebabnya

penyebab asap putih tebal pada mesin diesel

Ada banyak penyebab asap putih tebal pada mesin diesel namun biasanya orang akan lebih sering tahu oli ikut terbakar di ruang bakar. Apakah anda yakin? Untuk itu saya sudah merangkumkan untuk anda kira-kira apa saja penyebab asap puttih tebal pada mesin diesel. Ayo kita simak bersama ya.

Penyebab Asap Putih Tebal pada Mesin Diesel

  • Seal Klep Pada Mobil Mengalami Kebocoran

Seal Valve atau Seal Klep memiliki fungsi untuk dapat mencegah oli dapat mengalir menuju saluran ruang bakar. Bila seal klep mengalami kebocoran atau robek, maka akan membuat gas buang yang melalui knnalpot berwarna putih tebal, hal ini dikarenakan oli meresap dan mengalir ke dalam ruang bakar. Inilah yang menyebabkan asap putih tebal pada mesin diesel.

  • Turbo di Mobil Bocor

Jika kondisi mobil kering dan seal valve masih bagus, anda perlu cek bagian turbo. Terutama mobil-mobil diesel dengan turbo. Kalau turbo rusak akan menyebabkan oli masuk ke ruang mesin. Turbo membutuhkan oli untuk pelumasnya. Jika ada kebocoran pada komponen ini, tentu saja oli akan masuk ke ruang mesin dan ikut masuk dalam proses pembakaran. Itulah yang menjadi penyebab asap putih pada mesin diesel.

  • Ring Piston yang Sudah Aus

Ring piston memiliki fungsi sebagai sealing yang berfungsi untuk merapatkan pada bagian piston serta silinder head agar mencegah ternjadinya kebocoran kompresi dalam bagian mesin. Jika terjadi kebocoran maka akan membuat gas buang

  • Kit Master Rem Bocor

Kit master rem yang bocor biasanya ditandai dengan terjadinya rembesan yang berasal dari tabung master rem dan masuk ke dalam bagian tabung booster. Kemudian akan menggenang dan ikut terbakar saat mesin sedang panas sehingga menjadi penyebab asap putih tebal pada mesin diesel.

Cara Atasi Asap Putih Tebal pada Mesin Diesel

Nah, untuk mengetahui darimana asal oli tersebut dan bagaimana dapat masuk ke dalam ruang bakar anda dapat melakukan tes kompresi. Tes kompresi ini dapat dilakukan dengan cara memasukkan beberapa tetes oli ke dalam ruang bakar melalui lubang busi. Setelah itu anda bisa melihat hasil tes kompresi.

  • Melakukan Tes Kompresi Pada Mobil Anda

Dengan melakukan tes kompresi anda bisa melihat silinder mana yang memiliki nilai tekanan rendah dibandingkan dengan silinder lain. Umumnya selisih toleransi yang diberikan adalah 0.5 BAR atau 7.2 PSI. Jika lebih dari selisih ini maka dapat dikatakan ada masalah pada silinder tersebut. Untuk melakukan tes kompresi anda bisa menggunakan tester. Dan tester yang paling baik adalah yang menggunakan selang dengan ujung ulir seperti ulir busi.

Baca Juga : Cara Servis Mobil

Sebelum anda melakukan tes kompresi pastikan aki mobil dalam kondisi prima. Lalu siapkan compression tester, kunci busi dan beberapa alat lain. Pertama, matikan kelistrikan. Putus kelistrikan menuju ECU dengan mencabut main relay atau sikring ECU dan putuskan kelistrikan menuju ignition coil dengan mencabut soket yang menuju ke ignition coil. Lalu cabut semua busi menggunakan kunci busi. Memasangkan bagian ujung selat compression tester ke lubang busi, mulai dari silinder yang pertama. Starter mesin hingga terdengar 3-5 langkah putaran. Pada saat ini jarum compression akan naik dan berhenti pada tekanan tertentu lalu catat hasilnya pada kertas. Lakukan kedua langkah ini pada silinder selanjutnya.

Nah, ketika semua sudah dicatat. Pasti akan ada satu atau dua silinder yang bermasalah. Saatnya untuk memasukkan 1-2 sendok the oli mesin ke lubang busi silinder yang bermasalah. Kemudian lakukan langkah memasukkan selang compression tester tadi. Jika setelah ditambahkan oli mesin, tekanan kompresi lebih besar dari yang terukur sebelumnya maka kesimpulannya adalah adanya masalah pada ring piston berupa aus atau rusak atau dinding silinder cacat.

Namun jika oli sudah ditambahkan dan tidak ada perubahan signifikan terhadap nilai tekanan kompresi, maka kesimpulannya adalah adanya masalah pada salah satu atau beberapa komponen Cylinder Head seperti gasket cylinder head, seal klep atau valve seat, klep atau valve, silinder head block bengkok atau piston yang retak dan bolong.

  • Tes Kebocoran Mesin Mobil

Selain melalui tes kompresi anda juga bisa melakukan satu tes lagi, yaitu tes kebocoran mesin. Biasanya hal seperti ini dilakukan untuk memastikan apakah pemasangan komponen mesin sudah dilakukan sesuai prosedur pabrikan. Nama testernya adalah Cylinder leakage tester. Alat ini menggunakan 2 meter atau gauge dan memerlukan tekanan udara sebesar 100PSI saat digunakan.

Tidak seperti kompresi tes, alat ini tidak membutuhkan starter mesin. Namun setiap kali mengukur, posisi silinder harus diposisikan pada titik TDC atau istilahnya Top Dead Center. DImana piston pada posisi atas atau TOP dan klep pada posisi menutup semua. Lalu anda bisa mengalirkan angin sebesar 100PSI.

Jika terdengar suara desis pada mesin, maka kemungkinan besar posisi piston atau klep belum tepat. Coba putar crank shaft hingga piston benar-benar pada posisi TOP dan klep menutup rapat. Pada meter 1 (gauge 1) akan terbaca 100PSI (sesuai tekanan angin yang kita atur melalui regulator). Lihat yang terukur di meter 2 (gauge 2). Maksimum toleransi kebocoran yang diperbolehkan adalah hanya 20-25% saja. Artinya akan terbaca nilai sekitar 75-80PSI, kurang dari 75% menandakan masalah serius pada silinder tersebut.

Baca Juga : Mobil Tersendat-sendat Pada RPM Rendah

Penyebab asap putih pada mesin diesel biasanya memang berasal dari rembesan oli yang ikut masuk ke dalam ruang bakar. Namun, asap putih yang ngebul belum selalu berasal dari oli. Oleh sebab itu, anda perlu melakukan pengecekan secara berkala. Apalagi mengingat jika umur mobil anda sudah tidak muda lagi.

Tags:

Write a Reply or Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *