Posted by Mekanik Juan overheat

5 Faktor Penyebab Mesin Mobil Sering Panas saat di Jalan

Kebiasaan Menggunakan Air Biasa Sebagai Coolant Menjadi Penyebab Mesin Mobil Sering Panas

Waspadai, penyebab mesin mobil sering panas ini bisa jadi pemicu overheat. Dengan mengetahui faktor penyebab, pencegahan bisa dilakukan. Mengapa gejala awal overheat ini menjadi momok menakutkan bagi pengguna mobil? Jawabannya tentu saja sebab biaya yang akan dikeluarkan tak tanggung-tanggung harus merogoh kocek lebih dalam.

Jangan panik, sebaiknya kenali penyebabnya dibawah ini agar mobil mendapatkan penanganan secara tepat.

Mencari Tahu Penyebab Mesin Mobil Sering Panas

Pada dasarnya masalah mesin yang sering panas dengan sangat cepat terjadi karena beberapa penyebab. Penyebab-penyebab ini wajib untuk diketahui. Dengan demikian, penyelesaian masalah bisa dilakukan. Selain itu, pencegahan juga dapat dilakukan. Terutama saat hendak bepergian jauh seperti mudik.

Adapun beberapa hal yang menjadi penyebab mesin mobil sering panas di antaranya adalah:

1. Air Radiator Mampet

Penyebab yang pertama ialah air radiator mengalami mampet atau terhambat. Terciptanya radiator bukan tanpa sebab, yakni sebagai penangkal suhu mesin yang sudah terlampau panas. Air radiator dapat mampet disebabkan oleh tersumbatnya partikel kotoran yang menutupi sirkulasi selang radiator. Tidak heran bila mesin menjadi cepat panas karena air radiator tidak sampai pada mesin.

Mengapa bisa timbul kotoran?

Sebagian pengguna mobil masih belum paham penyebab ini. Perlu anda ketahui, air radiator sebaiknya dibersihkan secara berkala setiap menempuh jarak 20 ribu kilometer atau 3 bulan sekali, tergantung mana yang lebih dicapai.

Pembersihan air radiator dianggap sangat penting untuk membersihkan partikel kotoran yang bersarang baik pada radiator maupun selang.

2. Radiator dan Selang Bocor

Penyebab selanjutnya yakni radiator dan selang yang sudah mengalami kebocoran. Beragam penyebab memicu terjadinya gejala ini, salah satunya usai part radiator yang sudah tua hingga perlu dilakukan pergantian part baru. Selain itu, pemicu lainnya yakni korosi yang ditimbulkan oleh air radiator yang memiliki tingkat keasaman tinggi hingga menyebabkan radiator menjadi terkikis hingga bocor.

Cara mengeceknya sangat mudah, cukup perhatikan tetesan dibawah radiator. Jika terdapat tetesan, maka sudah dipastikan radiator mengalami kebocoran. Selain itu, perhatikan juga radiator apakah mengalami perubahan volume semakin menyusut pada air radiator.

Oleh sebab itu cara mengatasi dalam kondisi darurat yakni gunakam sabun mandi batangan sementara untuk menutup kebocoran tersebut. Lain halnya untuk selang, anda dapat memotong selang lalu disambung kembali. Namun alangkah baiknya untuk segera dibawa ke bengkel spesialis terdekat agar mobil mendapatkan penanganan tepat dengan pergantian radiator baru.

3. Masalah di Air Radiator

Berikutnya yakni penggunaan air radiator yang salah dapat memicu terjadinya mesin menjadi lebih cepat panas. Pemicu utama yakni menggunakan air biasa, air sumur, air ledeng, hingga air AC untuk radiator. Perlu diketahui, air tersebut sangat berimbas pada mesin mobil anda. Mengapa? Sebab air biasa hanya memiliki titik didih maksimal 100 derajat saja, padahal mesin mobil dapat mengeluarkan suhu diatasnya. Berbahaya bukan?

Oleh sebab itu sebaiknya sangat disarankan untuk menggunakan air coolant sebagai air radiator anda. Coolant memiliki proteksi senyawa kimia terbaik yang didesain untuk performa mobil anda. Coolant umumnya berkisar memiliki titik didih dari 115 – 120 derajat keatas. Selain itu, senyawa coolant tidak akan membuat korosi radiator seperti penggunaan air biasa.

Baca Juga : Pilih-pilih Jenis Radiator Coolant Terbaik untuk Mobil Anda

4. Kerusakan Motor Fan Jadi Penyebab Mesin Mobil Sering Panas

Kecil namun sepele. Meskipun sudah menggunakan coolant terbaik, jika tidak diimbangi oleh kinerja motor fan maka sia-sia sudah. Alhasil air yang bersilkulasi menjadi cepat panas sehingga membuat radiator dan mesin cepat panas.

Kipas tersebut bekerja otomatis, saat radiator panas maka sensor menerima sinyal untuk menghidupkan kipas, jika sensor penerima ataupun kipas rusak, maka overheat akan terjadi.

Cara mendeteksinya yakni cobalah untuk mengecek soket yang terhubung apakah longgar atau tidak, sekring kipas dan relay kipas. Jika memang sudah rusak, sebaiknya segera lakukan pergantian part motor fan di bengkel terpercaya. Pastikan produk yang anda pakai kualitas original, bukan kw alias abal-abal.

5. Thermostat Rusak

Fungsi utama thermostat yakni mengukur suhu mesin mobil, lantas bagaimana jika part tersebut mengalami kondisi kerusakan? Sudah pasti mesin mengalami overheat.

Pada saat suhu rendah maka thermostat akan menutup dan air tidak mengalir sedangkan pada saat suhu optimal atau panas maka thermostat akan terbuka untuk mengalirkan air.

Oleh sebab itu, solusinya yakni mau tidak mau harus dilakukan pergantian dengan part baru. Untuk mencegh thermostat agar tidak mengalami kerusakan kembali, pastikan mobil mendapatkan pengecekan rutin terutama bagian thermostat terutama ketika servis rutin.

Itulah ulasan mengenai penyebab mesin mobil sering panas. Bagi anda yang saat ini mengalami masalah diatas, yuk lakukan perbaikan segera mungkin agar kerusakan tidak melebar. Nah, lain halnya bagi anda yang belum merasakan gejala tersebut, pencegahan dini lebih baik daripada mengobati. Pastikan mobil anda mendapatkan perawatan tepat agar mesin sehat.

Tags:

About Author

Write a Reply or Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *