Banyak orang yang memprioritaskan performa mobil saat akan memilih mobil. Tenaga yang perkasa hingga akselerasi yang cepat, mobil dengan spesifikasi tersebut begitu banyak diincar oleh para penggemar mobil berperforma tinggi.
Mobil bermesin turbo kerap menjadi opsi pilihan bagi para penggemar mobil berperforma tinggi. Karena mobil turbo menyediakan sensasi berkendara yang dicari oleh kelompok ini, yakni tenaga yang besar dan akselerasi yang melesat.
Seiring dengan kualifikasinya yang dianggap berperforma tinggi, sehingga banyak yang beranggapan bahwa mobil bermesin turbo cukup tricky dalam perawatannya.
Agar tak kebingungan, berikut tips perawatan mesin turbo pada mobil bermesin turbo yang bisa dilakukan agar performanya bisa tetap lancar tanpa hambatan.
Mari disimak!
Daftar isi
6 Tips Perawatan Mesin Turbo pada Mobil Bermesin Turbo
Karena performanya yang terasa nyaman digunakan, seringkali para pengguna mobil turbo lupa untuk selalu memperhatikan kondisi serta melakukan perawatan mesin turbo.
Jika perawatan mesin turbo jarang dilakukan, potensi kerusakan mesin turbo hingga jebol sangat mungkin terjadi.
Agar mobil turbo Anda kondisinya senantiasa prima, tips perawatan mesin turbo ini patut untuk Anda coba dan lakukan.
-
Periksa Oli Secara Berkala
Semua tentu sepakat bahwa mesin tak bisa berjalan tanpa adanya oli. Ibaratnya, oli dan mesin sudah menjadi satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan.
Sehingga pemeriksaan oli, mulai dari kualitasnya, kuantitasnya, hingga masa pergantiannya perlu diperhatikan guna melakukan perawatan pada mesin turbo agar kondisinya tetap prima.
Untuk kualitas oli, penting agar dalam melakukan perawatan mesin turbo dengan menggunakan oli mesin bernilai viskositas yang tepat.
Oli dengan viskositas yang rendah atau encer lebih cocok digunakan untuk digunakan dan melakukan perawatan mesin turbo. Karena oli yang encer akan dengan mudah melakukan pelumasan hingga ke sela-sela tersembunyi di mesin turbo.
Sebagai referensi, oli dengan viskositas 5W-30, 5W-40, 10W-40 atau 15W-40 adalah yang paling dianjurkan untuk digunakan sekaligus melakukan perawatan untuk mesin turbo common-rail.
Selain itu, penting pula untuk menggunakan oli dengan spesifikasi yang sesuai dengan mobil yang Anda gunakan untuk melakukan perawatan mesin turbo pada mobil Anda.
Agar tak memberikan dampak negatif, gunakan oli mesin berdasarkan ketentuan yang sudah ditetapkan oleh standar pabrikan mobil yang biasanya tercantum pada buku panduan mobil.
Biar tak salah pilih, Anda bisa baca tips memilih oli mesin yang tepat di sini: Tips Memilih Oli Mobil yang Tepat.
Kuantitas oli yang ada pada mesin pun perlu dilakukan, guna melakukan perawatan mesin turbo yang lebih optimal.
Lakukan pemeriksaan level oli yang tersisa pada mesin, pastikan bahwa levelnya masih mencukupi dari level standarnya.
Karena jika oli pada mesin kuantitasnya kurang, maka pelumasan pun akan berjalan kurang optimal yang berujung pada kerusakan jika semakin dibiarkan.
Anda bisa cari tahu gejala oli mesin habis atau berkurang dengan simak selengkapnya di sini: 5+ Gejala Oli Mesin Mobil Habis.
Masa pergantian oli pun perlu diperhatikan agar tak melewati batas waktu yang ditentukan berdasarkan standarnya.
Karena oli yang sudah lewat dari masa penggunaan kualitasnya akan sangat menurun sehingga kurang baik bagi mesin.
Sehingga penting untuk mengganti oli jika sudah waktunya untuk diganti sebagai langkah perawatan mesin turbo.
Baca Juga: Rekomendasi Oli Negara Tropis, Pemilik Mobil Wajib Tahu!
-
Panaskan Mobil Setiap Sebelum Digunakan
Saat mesin dalam keadaan dingin, oli pada mesin akan lebih kental sehingga proses pelumasan tak akan selancar saat oli sudah mulai encer.
Untuk itu penting untuk selalu memanaskan mobil sebelum digunakan guna melakukan perawatan mesin turbo.
Namun, memanaskan mobil terlalu lama akan membuang bahan bakar dengan percuma, sedangkan memanaskan mobil terlalu sebentar pun akan ada komponen-komponen mesin yang belum terlubrikasi dengan baik.
Sehingga memanaskan mobil dengan tepat merupakan salah satu langkah perawatan mesin turbo yang sangat vital.
Langkah memanaskan mobil yang tepat untuk melakukan perawatan mesin turbo adalah dengan memanaskan mobil hingga di suhu optimalnya.
Setalah suhu mencapai titik optimal, biasanya ditandai dengan indikator di dashboard, jangan dulu tancap gas secara langsung.
Jalankan mobil di kecepatan rendah terlebih dahulu guna memberi waktu pada oli mesin untuk melubrikasi atau melumasi seluruh komponen mesin.
Penting untuk selalu memperhatikan cara memanaskan mobil dengan tepat sebagai perawatan mesin turbo ini.
Karena jika tak dipanaskan dengan tepat, masih ada komponen mesin yang terlubrikasi maka dapat merusakan komponen-komponen mesin tersebut, salah satu yang paling banyak terkena permasalahan karena hal ini adalah turboshaft.
-
Maksimalkan Penggunaan Transmisi
Karena pada mobil bermesin turbo torsi dan kecepatan dapat naik secara instan, seringkali para pengguna mobil turbo salah kaprah dan mengabaikan salah satu kunci perawatan mesin turbo yang satu ini.
Meskipun kecepatan dan torsi pada mobil bermesin turbo dapat naik secara instan, bukan berarti para pengguna mobilnya bisa asal tancap gas tanpa peduli medan lintasan dan kondisi mesinnya.
Maka dari itu, maksimalkanlah penggunaan transmisi untuk melakukan perawatan mesin turbo agar kondisinya tetap terjaga.
Contohnya jika berkendara menanjak di dataran tinggi, baiknya gunakan gigi 1 untuk tanjakan yang curam dan gigi 2 untuk tanjakan yang masih landai.
Karena jika hanya mengandalkan pada mesin turbo saja, turbocharger akan mudah jebol dan harus diganti dengan yang baru.
-
Hindari Tancap Gas Secara Agresif Saat Melaju
Seperti yang dipaparkan sebelumnya, mesin turbo memang memberikan kemudahan berupa peningkatan kecepatan dan torsi yang instan pada mobil.
Sehingga seringkali pengguna mobilnya asal tancap gas karena merasa “terlena” akan privilese ini. Sebaiknya tancap gas secara bertanggung jawab dan beraturan sebagai langkah perawatan mesin turbo.
Contohnya saat mobil sedang melaju di jalanan kota, injak gas secara perlahan lebih baik dilakukan.
Biarkan turbin pada turbo berputar dengan bebas tanpa hambatan dan gunakan pedal gas untuk menjaga kecepatan saja.
Perawatan mesin turbo yang perlu untuk dilakukan dan diperhatikan adalah dengan mengguna mesin turbo ada mobil dengan bertanggung jawab dan tak serampangan.
Karena jika sudah rusak, pergantian mesin turbo ini dapat merogoh kocek cukup dalam.
Baca Juga: Cara Mengemudi Mobil Matic Agar Hemat BBM
-
Biarkan Mesin dalam Kondisi Idle atau Langsam Sebelum Dimatikan
Setelah mobil digunakan, biasanya suhu mesin akan panas.
Mematikan mesin sesaat setelah digunakan akan membuat oli pada turbo menjadi mendidih dan menyebabkan timbulnya kerak karbon pada mesin yang dapat menyebabkan korosi serta menimbulkan keausan pada komponen mesin.
Untuk itu guna melakukan perawatan mesin turbon agar kondisinya tetap prima, biarkan mesin dalam kondisi idle atau langsam sebelum mobil dimatikan.
Ini bertujuan agar memberi waktu pada mesin turbo untuk cooling down sebelum dimatikan.
-
Lakukan Servis Secara Berkala
Langkah perawatan mesin turbo yang terkahir serta penting untuk dilakukan adalah melakukan servis pada mobil bermesin turbo Anda.
Seperti pada poin sebelumnya, seringkali timbul kerak karbon pada mesin yang merupakan sisa hasil pembakaran pada ruang bakar.
Meskipun cara kerja mesin turbo adalah dengan memberikan pasokan udara ekstra untuk proses pembakaran yang lebih optimal, tapi jika komponen mesin di ruang bakar lain tersumbat oleh kerak karbon yang menumpuk maka proses pembakaran pun akan terhambat.
Demikian informasi seputar tips perawatan mesin turbo agar kondisinya senantiasa prima dalam menunjang kebutuhan mobilitas Anda dengan maksimal.
FAQ seputar Tips Perawatan Mesin Turbo
1. Apakah jenis oli mesin tertentu yang direkomendasikan untuk mobil turbo dengan merek dan tipe spesifik?
Jawaban:
Ya, memilih oli mesin yang tepat sangat penting untuk mobil turbo.
Mesin turbo bekerja pada suhu dan tekanan yang lebih tinggi daripada mesin biasa, sehingga membutuhkan oli dengan viskositas dan aditif khusus.
Sayangnya, tidak ada jawaban yang “satu untuk semua”.
Sangat disarankan untuk merujuk pada buku manual kendaraan Anda.
Di sana akan tercantum rekomendasi oli dari pabrikan sesuai dengan merek dan tipe mobil Anda.
Biasanya, oli sintetik full dengan spesifikasi API SN atau yang lebih baru adalah pilihan yang baik untuk mesin turbo.
Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan mekanik terpercaya atau bengkel spesialis seperti Dokter Mobil untuk mendapatkan rekomendasi oli yang paling sesuai dengan kondisi dan kebutuhan kendaraan Anda, salah satunya dengan coba oli 9Circle.
2. Berapa lama idealnya memanaskan mobil turbo sebelum mulai berjalan?
Jawaban:
Memanaskan mobil turbo sangat penting untuk memastikan oli mesin bersirkulasi dengan baik dan melumasi seluruh komponen turbocharger.
Idealnya, panaskan mesin selama sekitar 3-5 menit sebelum mulai berjalan.
Perhatikan indikator suhu mesin di dashboard.
Setelah jarum mencapai suhu kerja normal, Anda bisa mulai menjalankan mobil secara perlahan.
Hindari langsung menginjak gas dalam-dalam sebelum mesin benar-benar panas.
3. Bagaimana cara mengetahui tanda-tanda turbocharger mulai mengalami kerusakan?
Jawaban:
Ada beberapa tanda yang bisa mengindikasikan turbocharger mulai bermasalah, antara lain:
-
- Tenaga mesin berkurang: Mobil terasa kurang responsif dan akselerasinya menurun.
- Suara siulan yang tidak biasa: Terdengar suara mendesis atau berdecit dari bagian mesin.
- Asap knalpot berwarna biru: Ini menandakan oli mesin terbakar di ruang bakar.
- Konsumsi bahan bakar meningkat: Mesin membutuhkan lebih banyak bahan bakar untuk menghasilkan tenaga yang sama.
Jika Anda mengalami salah satu tanda di atas, segera bawa mobil Anda ke bengkel untuk diperiksa oleh mekanik profesional.
4. Apakah ada perbedaan perawatan mesin turbo untuk mobil dengan transmisi manual dan otomatis?
Jawaban:
Secara umum, perawatan mesin turbo pada mobil dengan transmisi manual dan otomatis relatif sama. Prinsipnya adalah menjaga kondisi mesin dan turbocharger agar tetap optimal.
Namun, ada sedikit perbedaan dalam hal penggunaan transmisi.
Pada mobil manual, Anda bisa memanfaatkan engine braking untuk membantu mengurangi putaran turbocharger sebelum mematikan mesin.
Sedangkan pada mobil otomatis, Anda bisa memindahkan tuas transmisi ke posisi “N” saat idle sebelum mematikan mesin.
5. Selain kerak karbon, apa saja masalah umum yang terjadi pada mesin turbo?
Jawaban:
Selain kerak karbon, beberapa masalah umum yang sering terjadi pada mesin turbo antara lain:
-
- Kerusakan pada bearing turbocharger: Disebabkan oleh pelumasan yang buruk atau kotoran yang masuk ke dalam sistem.
- Kebocoran oli: Bisa terjadi pada seal turbocharger atau saluran oli.
- Kerusakan pada impeller turbocharger: Disebabkan oleh benda asing yang masuk atau keausan akibat pemakaian.
- Overboost: Tekanan boost yang terlalu tinggi dapat merusak mesin.
6. Apakah aman menggunakan aditif oli untuk mesin turbo?
Jawaban:
Penggunaan aditif oli pada mesin turbo masih menjadi perdebatan.
Beberapa aditif diklaim dapat meningkatkan performa dan melindungi mesin, namun ada juga yang berpotensi menyebabkan kerusakan.
Sebaiknya, hindari penggunaan aditif oli kecuali direkomendasikan oleh pabrikan mobil Anda atau mekanik terpercaya.
Pastikan aditif tersebut sesuai dengan spesifikasi oli dan mesin turbo Anda.
Penting untuk diingat bahwa perawatan mesin turbo yang terbaik adalah dengan melakukan servis rutin sesuai jadwal dan menggunakan oli mesin yang direkomendasikan.
Hubungi Bengkel Dokter Mobil Sekarang!
Halo Domo Lovers 👋, reservasi ke bengkel Kami sekarang juga dan dapatkan promo menarik dari kami, cs kami akan membalas secepat mungkin