Memahami Tentang Rangkaian Sistem Starter Mobil

rangkaian sistem starter mobil adalah sebuah rangkaian yang berfungsi untuk memutarkan fly wheel mobil pada saat mobil distarter pertama kali.

Rangkaian yang satu ini berfungsi untuk menghidupkan mesin. Dalam rangkaian starter terdapat beberapa komponen penyusun seperti baterai, motor starter, fuse, dan juga kunci kontak. Rangkaian sistem starter ini bisa dirangkai dengan beberapa cara.

Lebih tepatnya terdapat dua cara untuk merangkai sistem ini yaitu yang pertama tanpa menggunakan sebuah relay kedua adalah dengan menggunakan sebuah relay.

Tujuan dari perangkai sistem starter dengan relay ini adalah untuk menjaga umur dari kunci kontak.

Dengan pemasangan menggunakan relay, maka umur atau masa pakai dari kunci kontak akan bisa menjadi lebih panjang.

Rangkaian Sistem Starter dengan Relay Buat Kunci Kontak Awet

rangkaian sistem starter mobil

Alasan dari pemasangan rangkaian sistem starter mobil dengan relay bisa membuat kunci kontak awet ini adalah dikarenakan dengan adanya pemasangan relay yang terdapat di rangkaian sistem starter ini, membuat kunci kontak menjadi tidak dialiri oleh arus listrik yang terlalu besar.

Dengan begitu, arus yang mengalir melewati kunci kontak tidak akan terlalu besar. Hal ini karena arus yang melewati kunci kontak memang hanya diperlukan untuk membangkitkan medan magnet yang terdapat di bagian elektromagnet relay.

Sehingga, kunci kontak tidak akan membutuhkan arus listrik yang besar dan cukup dengan arus kecil. Dengan adanya arus kecil yang melewati dari pada kunci kontak, maka bisa membuat kunci kontak menjadi lebih awet. Hal ini tentunya akan berbeda jika dibandingkan dengan rangkaian sistem starter mobil yang dipasang tanpa menggunakan sebuah relay.

Bagaimana Cara Memasang Sebuah Sistem Starter

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa terdapat dua cara yang bisa dilakukan untuk memasang rangkaian sistem starter mobil. Cara yang pertama adalah dengan pemasangan yang tanpa menggunakan sebuah relay. Sedangkan untuk cara pemasangan yang kedua adalah dengan menggunakan sebuah relay.

Cara yang kedua ini bertujuan untuk memperpanjang masa pemakaian dari kunci kontak. Berikut adalah cara untuk memasang rangkaian sistem starter mobil baik dengan cara yang pertama ataupun dengan cara yang kedua.

Baca juga: Perkiraan Biaya Servis Dinamo Starter di Bengkel Terpercaya

Cara Kerja Rangkaian Sistem Starter Mobil Tanpa Sebuah Relay

Hal pertama yang akan kita bahas adalah tentang rangkaian sistem starter mobil yang tidak menggunakan sebuah relay.

Rangkaian ini memiliki cara kerja apabila kunci kontak mobil diputar pada posisi start, maka arus listrik akan mengalir dari sisi positif baterai kemudian melewati bagian fuse dan kunci kontak.

Setelah melewati dua bagian itu, arus akan langsung menuju ke terminal 50 solenoid pada motor starter. Terminal 50 solenoid juga bisa disebut sebagai magnetik switch. Setelah masuk ke terminal tersebut, maka solenoid akan menjadi aktif dan kemudian menghubungkan ke bagian terminal 30 motor starter.

Pada penghubungan ini arus yang digunakan adalah arus kumparan armature. Sehingga, arus yang berasal dari baterai positif akan langsung mengalir ke bagian kumparan armature. Kemudian yang terjadi adalah armature akan bisa berputar dengan cepat.

Cara Kerja Sebuah Rangkaian Sistem Starter Mobil Dengan Relay

Untuk cara kerja dari rangkaian sistem starter mobil yang satu ini adalah pada saat kunci dari kontak motor di putar pada sebuah posisi start.

Maka, arus dari positif Batari akan langsung mengalir ke bagian fuse kemudian ke kunci kontak dan kemudian ke terminal 85.

Setelah melewati bagian terminal 85 relay, maka arus akan keluar dari terminal tersebut dan menuju ke terminal 86 setelah itu keluar dan menuju ke massa.

Dikarenakan kumparan dari magnetik yang ada di dalam relay sudah dialiri oleh arus listrik, maka akan timbul kemagnetan yang terdapat pada relay.

Karena adanya kemagnetan ini di dalam relay, maka akan menyebabkan kontak point yang terdapat pada relay bisa tertarik.

Dengan adanya tarikan yang terjadi pada kontak point relay, maka akan membuat terminal 30 dan juga terminal 67 yang ada pada relay terhubung.

Setelah itu, arus listrik yang berasal dari positif baterai akan mengalir menuju ke fuse ke bagian terminal 30 relai.

Setelahnya arus ini akan mengalir keluar dari terminal 86 dan selanjutnya akan menuju ke bagian terminal 50 dari solenoid motor starter.

Dengan demikian, maka solenoid akan bekerja dan arus positif yang berasal dari baterai akan mengalir menuju ke kumparan armature.

Fungsi Dari Rangkaian Sistem Starter Mobil Dan Cara Kerjanya

Hal pertama yang akan kita bahas tentang rangkaian sistem starter mobil disini adalah fungsinya.

Sebelum kita membahas tentang cara kerja, sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu tentang apa fungsi dari rangkaian ini.

Fungsi Dari Rangkaian Sistem Starter pada mobil tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menstarter mobil atau untuk menyalakan mesin dari sebuah mobil.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa ia berperan untuk memutarkan mesin mobil pada saat pertama kali untuk menghidupkannya.

Dibaca Juga: Inilah Penyebab Starter Mobil Berat, Awas Jangan Anggap Remeh

Dalam fungsi dari rangkaian starter ini, mereka membutuhkan dukungan dari berbagai komponen lainnya.

Dalam komponen starter mobil ini terdapat berbagai macam komponen penting dan utama yang mendukung jalannya rangkaian.

Setiap fungsi dari komponen yang terdapat dalam rangkaian starter mobil juga berbeda-beda dan saling melengkapi.

Semua komponen yang terdapat di dalam rangkaian sistem starter mobil ini dapat bekerja dikarenakan adanya energi listrik yang berasal dari komponen aki mobil, apabila tidak ada komponen ini maka sistem starter juga tidak akan bisa bekerja.

Setelah mengetahui tentang singkat dari fungsi rangkaian starter, kini saya akan membahas tentang cara kerja dari sistem starter ini yang bisa membuat mobil menyala.

Sebenarnya hal ini sangatlah sederhana, karena mobil di zaman sekarang kebanyakan dirancang dengan sebuah sistem starter yang elektrik.

Dalam hal ini, maka para pengemudi mobil hanya perlu menekan tombol dari starter mobil. Dengan menekan tombol start tersebut, maka starter elektrik akan langsung mulai bekerja.

Dengan menggunakan sistem starter elektrik, maka poros dari engkol mobil tidak perlu lagi digerakkan secara manual dengan menggunakan tenaga manusia.

Poros ini akan langsung digerakkan secara otomatis dengan menggunakan motor listrik.

Prinsip kerja dari rangkaian sistem starter mobil elektrik ini dimulai dari posisi motor listrik yang berada di samping fly wheel bergerigi atau disebut roda gila.

Setelahnya, rangkaian kelistrikan yang berada pada bagian sistem starter ini akan terhubung sampai dengan bagian aki.

Pada saat diaktifkan, motor starter akan mulai berputar. Dengan hal ini maka terjadilah pembakaran dari bahan bakar yang dilakukan di bagian mesin.

Apabila mesin sudah mulai hidup maka selanjutnya sistem dari starter elektrik ini akan langsung berhenti secara otomatis dan tidak lagi berputar.

FAQs Rangkaian Sistem Starter Mobil

1. Apa saja merek dan tipe relay yang umum digunakan dalam rangkaian sistem starter mobil?

Relay yang dipakai di sistem starter mobil sebenarnya nggak jauh beda dengan relay pada umumnya. Yang penting adalah relay tersebut mampu menahan arus yang cukup besar, soalnya arus starter itu gede banget.

Beberapa merek relay yang umum dipakai antara lain Bosch, Hella, Denso, dan Omron. Tipe relay-nya biasanya SPST (Single Pole Single Throw) atau SPDT (Single Pole Double Throw), dengan arus minimal 30A, bahkan ada yang sampai 100A lebih untuk mobil dengan mesin besar.

2. Apakah ada perbedaan rangkaian sistem starter antara mobil berbahan bakar bensin dan diesel?

Ada sedikit perbedaan nih. Mobil diesel biasanya pakai sistem starter yang lebih “berat” karena kompresi mesin diesel lebih tinggi dibandingkan mesin bensin. Makanya, mobil diesel biasanya pakai motor starter dan aki yang lebih besar. Selain itu, mobil diesel juga sering dilengkapi dengan busi pijar (glow plug) yang berfungsi untuk memanaskan ruang bakar sebelum mesin dihidupkan.

3. Bagaimana cara mendiagnosis masalah pada rangkaian sistem starter mobil jika mobil tidak bisa distarter?

Kalau mobil kamu nggak bisa distarter, ada beberapa hal yang bisa kamu cek:

  • Aki: Pastikan aki dalam kondisi baik dan terminal aki terpasang dengan kencang.
  • Kunci kontak: Coba putar kunci kontak ke posisi “start” dan dengarkan apakah ada suara motor starter berputar. Kalau nggak ada suara sama sekali, bisa jadi kunci kontak atau rangkaiannya yang bermasalah.
  • Motor starter: Kalau ada suara “tek tek tek” saat kamu starter, bisa jadi motor starternya yang rusak atau gigi bendix-nya aus.
  • Relay starter: Coba cek kondisi relay starter. Kalau relay rusak, arus listrik nggak akan sampai ke motor starter.
  • Kabel dan sambungan: Pastikan semua kabel dan sambungan pada rangkaian sistem starter dalam kondisi baik dan tidak ada yang kendor atau putus.

Kalau kamu nggak yakin, sebaiknya bawa mobil ke bengkel untuk diperiksa oleh mekanik yang berpengalaman.

4. Selain memperpanjang umur kunci kontak, apa keuntungan lain menggunakan relay pada rangkaian sistem starter?

Selain memperpanjang umur kunci kontak, relay juga punya keuntungan lain, lho:

  • Mengurangi beban arus pada kunci kontak: Dengan adanya relay, kunci kontak cuma perlu mengalirkan arus kecil untuk mengaktifkan relay, sedangkan arus besar untuk motor starter dialirkan langsung dari aki melalui relay.
  • Meningkatkan efisiensi sistem starter: Relay bisa mengurangi kehilangan tegangan pada rangkaian sistem starter, sehingga motor starter mendapatkan arus yang lebih besar dan bisa berputar lebih kuat.
  • Memudahkan pemasangan aksesoris: Kalau kamu mau pasang aksesoris yang membutuhkan arus besar, seperti lampu tembak atau klakson keong, kamu bisa pasang relay dulu biar nggak memberatkan sistem kelistrikan mobil.

Hubungi Bengkel Dokter Mobil Sekarang!

Halo Domo Lovers 👋, reservasi ke bengkel Kami sekarang juga dan dapatkan promo menarik dari kami, cs kami akan membalas secepat mungkin


Klaim Promo Sekarang!

Penulis Sejak Sept 2021