Posted by Mekanik Juan Masalah dan Solusi Mobil

RPM Tidak Stabil, Bisa Jadi Hal-hal Inilah Penyebabnya!

RPM tidak stabil bisa jadi suatu penanda akan adanya gangguan yang terjadi pada air induction system alias sistem pemasok udara ke mesin. Apabila hal ini terjadi, mobil kamu akan sulit dikendalikan saat putaran sedang rendah. Selain itu, memindahkan tuas transmisi juga akan terasa lebih berat. Akibat yang lebih berat lagi, RPM yang tidak stabil bisa mengakibatkan mesin mobil menjadi mati, lho. Kalau hal ini sampai terjadi saat kamu sedang di tengah-tengah perjalanan dan sedang terburu-buru, pasti akan sangat mengganggu jadwal kamu, bukan?

Untuk menghindari terjadinya hal-hal di atas akibat RPM tidak stabil, kamu perlu mengetahui beberapa penyebabnya. Langsung cek ulasan di bawah ini, tentang alasan serta cara menangani masalah RPM yang tidak stabil pada mesin mobil kamu!

Masalah pada idle speed control bisa jadi penyebab RPM tidak stabil

Fungsi dari idle speed control adalah sebagai aktuator sistem EFI dalam mengatur idle RPM. Dengan memanfaatkan solenoid valve, komponen ini berfungsi untuk membuka serta menutup saluran idle karburator mobil kamu. Sekarang, bayangkan kalau idle speed control (ISC) milikmu dalam keadaan kotor. 

Biasanya kotorannya berupa debu atau pasir, akibat ISC jarang dibersihkan. Saat hal ini terjadi, suplai udara yang dibutuhkan intake manifold akan tersumbat, bukan? Akhirnya, suplai udara yang masuk selama mesin dalam keadaan idle akan menjadi tidak stabil. Hal inilah yang menyebabkan RPM jadi naik turun alias tidak stabil.

Lihat Juga: Mesin Mobil Mati Saat Digas

Sebenarnya, cara mengatasi masalah  idle speed control ini cukup mudah. Kamu hanya perlu membersihkan aktuator ISC secara rutin. Caranya, buka bagian  idle speed control, lalu bersihkan katupnya. Jangan lupa, bersihkan juga lubang idle speed control-nya, ya. Kamu bisa membersihkannya dengan carburator cleaner yang bentuknya spray. Jadi, kamu bisa menyemprot bagian ISC dengan lebih mudah dan praktis!

Mass Air Flow yang kurang akurat

Mass air flow alis MAF berfungsi untuk mendeteksi jumlah massa udara yang bisa masuk ke dalam mesin, sesuai dengan kecepatan alirannya. Posisi dari MAF ini ada pada tabung filter udara. Karena letaknya ada di filter udara, sensor MAF sering kotor. Kalau sudah kotor, MAF sering jadi tidak akurat. Jika data yang dikirim tidak konsisten, kuantitas bensin jadi terganggu juga. Alasannya, karena ECU juga menggunakan data yang berasal dari MAF. Kalau data tidak konsisten, bensin yang keluar dari injektor jadi tidak konsisten jumlahnya. Akhirnya, RPM jadi tidak stabil.

Kalau MAF menjadi tidak akurat, biasanya lampu check engine akan menyala. Jika lampunya menyala, jangan diabaikan, ya. Kamu harus segera mengecek MAF tersebut. Untuk pengecekan, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah cek dulu masalahnya terletak di mana. Pada sensornya, atau rangkaian sensor. Cek juga kabel dan konektor kabel yang terhubung dengan sensor MAF. lalu, jangan lupa bersihkan sensor mass air flow dengan carbon cleaner.

Saat akan melakukan pengecekan, pastikan kamu sudah mencabut kabel akinya, ya. Supaya, aliran listrik sudah mati dan kamu bisa mengecek permasalahan mass air flow ini dengan lebih aman lagi. Setelah itu, coba hidupkan mesin. Kemungkinan besar RPM mobil kamu sudah mulai stabil lagi.

Throttle body yang kotor

Kalau mobil kamu memiliki sistem TAC atau drive by wire, kamu tidak perlu menggunakan kabel sebagai penghubung pedal gas dan throttle body. Mesin mobil kamu sudah dilengkapi katup gas, yang komponen ini akan membuka dan menutup sesuai dengan perintah sensor pada pedal gas. Memang hal ini membuat kinerja mobil jadi lebih praktis. Tapi, teknologi ini juga yang sering membuat RPM jadi tidak stabil.

Alasannya, sistem TAC sensitif pada perubahan kondisi. Ada banyak sensor yang membantu sistem TAC ini. Ketika kotoran menempel di daun katup, idle RPM akan tidak stabil alias naik turun. Apalagi kalau kotoran tersebut sampai menghitam, yang artinya sudah menempel lama di daun katup. Ketidakstabilan RPM akan jadi lebih parah lagi.

Untuk mengatasi masalah ini, kamu perlu membersihkan throttle body sesegera mungkin. Cara membersihkannya, keluarkan komponen throttle body, lalu bersihkan dengan carbon cleaner. Kalau merasa kurang mampu membersihkan dan takut malah menimbulkan kerusakan lain, kamu bisa langsung bawa ke bengkel kesayangan dan segera dapatkan perbaikan serta servis untuk mobil kamu.

Nah, itulah beberapa penyebab RPM tidak stabil dan cara-cara untuk mengatasinya. Lakukan hal-hal di atas supaya mobil kamu terhindar dari masalah RPM yang naik turun, ya. Paling penting, tetap cek kondisi mobil kamu dan lakukan servis secara berkala, supaya mesin mobil tetap awet dan tetap bisa kamu gunakan dalam waktu yang lebih lama.

Tags:

About Author

Write a Reply or Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *